Mengapa Tema Api dan Air Dipilih?
Menjelang Hari Raya Nyepi, ST. Ria Remaja Jaya Kusuma Banjar Geladag, Pedungan, Denpasar memilih tema api dan air dalam pembuatan ogoh-ogoh. Tema ini diangkat untuk menggambarkan dua unsur yang berlawanan, namun sama-sama memiliki kekuatan besar. Air tidak selalu tenang—air bisa marah dan berubah menjadi gelombang. Begitu pula api, yang dapat menghangatkan sekaligus membakar.
Filosofi “jika salah membawa air, yang keluar adalah air mata” menjadi pesan utama bahwa emosi dan perasaan harus dikelola dengan bijak.
Bagaimana Keseruan Proses Pembuatan Ogoh-Ogoh?
Keseruan pembuatan ogoh-ogoh terasa sejak tahap awal perencanaan. Para anggota ST. Ria Remaja Jaya Kusuma berkumpul di bale banjar untuk berdiskusi, bertukar ide, dan menentukan konsep visual api dan air yang kuat. Suasana penuh tawa, canda, dan semangat kebersamaan menjadi warna utama dalam setiap proses.
Mulai dari menyusun rangka bambu, membentuk detail api yang menyala dan air yang bergelombang, hingga proses pengecatan, semua dilakukan bersama-sama dengan penuh antusias.
Kebersamaan dan Gotong Royong Remaja Banjar
Pembuatan ogoh-ogoh ini melibatkan seluruh anggota sekaa teruna dengan pembagian tugas yang jelas. Ada yang fokus pada struktur, ada yang mengerjakan detail artistik, dan ada pula yang menyiapkan logistik. Kerja sama ini menciptakan rasa tanggung jawab dan solidaritas yang kuat antaranggota.
Kebersamaan inilah yang membuat proses pembuatan ogoh-ogoh terasa lebih seru dan bermakna.
Makna Api dan Air dalam Ogoh-Ogoh
Dalam ogoh-ogoh ini:
- Api melambangkan amarah, ego, dan nafsu manusia
- Air melambangkan perasaan, ketenangan, dan kesedihan
Air yang tidak dikendalikan dapat berubah menjadi gelombang besar, sementara api yang tak terkontrol akan membakar segalanya. Pertentangan ini menjadi refleksi konflik batin manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan
Keseruan membuat ogoh-ogoh bertema api dan air di ST. Ria Remaja Jaya Kusuma Banjar Geladag, Pedungan, Denpasar merupakan perpaduan antara kreativitas, filosofi, dan kebersamaan. Di balik tawa dan kerja keras, tersimpan pesan mendalam bahwa emosi yang tidak terkelola hanya akan berujung pada amarah dan air mata, sedangkan keseimbangan batin membawa kedamaian sejati.