Apa yang dilakukan ST. Binnayakadharma menjelang Nyepi?
Menjelang Hari Raya Nyepi, ST. Binnayakadharma menunjukkan antusiasme tinggi dengan melaksanakan pembuatan ogoh-ogoh sebagai bagian dari tradisi budaya Bali. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan gotong royong generasi muda dalam menjaga warisan adat dan budaya.
Makna ogoh-ogoh dalam tradisi Nyepi
Ogoh-ogoh merupakan simbol Bhuta Kala, yaitu sifat-sifat negatif yang ada dalam diri manusia dan alam. Pembuatan ogoh-ogoh bukan hanya kegiatan seni, tetapi juga mengandung makna filosofis sebagai proses penyucian sebelum memasuki Catur Brata Penyepian pada Hari Raya Nyepi.
Proses pembuatan ogoh-ogoh
Dalam kegiatan ini, para anggota ST. Binnayakadharma terlibat langsung mulai dari:
- Perencanaan konsep dan desain ogoh-ogoh
- Pengerjaan rangka dan detail bentuk
- Pewarnaan dan penyempurnaan karya
- Persiapan teknis menjelang pawai ogoh-ogoh
Seluruh proses dilakukan secara bersama-sama, menciptakan suasana penuh semangat dan kreativitas.
Menumbuhkan nilai kebersamaan dan kreativitas
Pembuatan ogoh-ogoh menjadi sarana mempererat persaudaraan antaranggota ST. Binnayakadharma. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong generasi muda untuk:
- Mengembangkan kreativitas seni
- Menjaga nilai-nilai adat Bali
- Menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial
- Menghargai proses kerja bersama
Peran generasi muda dalam pelestarian budaya
Melalui kegiatan ini, ST. Binnayakadharma menunjukkan peran aktif generasi muda dalam melestarikan tradisi Nyepi. Antusiasme yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa nilai budaya Bali tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.