Banjar Bhuana Merta kembali mencuri perhatian dengan ogoh-ogoh mereka yang diberi nama “YEH SAJAN”. Karya ini menjadi bukti nyata kreativitas dan kekompakan generasi muda banjar dalam menjaga serta mengembangkan tradisi Bali, khususnya menjelang perayaan Nyepi.

Ogoh-ogoh bukan sekadar patung raksasa. Ia adalah simbol ekspresi seni, filosofi, dan semangat kebersamaan. Nama “YEH SAJAN” sendiri memberi kesan kuat, dekat dengan unsur alam, sekaligus menggambarkan karakter khas yang penuh makna.


Apa Itu Ogoh-Ogoh “YEH SAJAN”?

YEH SAJAN adalah nama ogoh-ogoh dari Banjar Bhuana Merta, yang dimana tema ini diangkat sesuai dengan tema kasanga fest tahun ini yaitu Jala Sidhi Shuvita, tentang pemulihan air untuk kesejahteraan. Ini mencerminkan:

  • Kreativitas anak muda banjar
  • Identitas budaya lokal Bali
  • Semangat kebersamaan menjelang Hari Raya Nyepi

Ogoh-ogoh tidak hanya menjadi karya seni, tapi juga bentuk ekspresi generasi muda dalam melestarikan adat dan budaya.


Kenapa Nama Ogoh-Ogoh Itu Penting?

Nama ogoh-ogoh biasanya memiliki makna mendalam, seperti:

  • Filosofi kehidupan
  • Simbol alam dan spiritual
  • Kritik sosial atau pesan moral

Nama ogoh-ogoh sering kali menjadi identitas sekaligus kebanggaan banjar dan sekaa teruna (STT) yang mengerjakannya. Karena itu, memperkenalkan nama ogoh-ogoh ke publik menjadi hal penting agar karya anak muda Bali semakin dikenal luas.


Kenapa Anak Muda Bali Aktif di Dunia Ogoh-Ogoh?

Anak muda Bali sangat aktif dalam dunia ogoh-ogoh karena kegiatan ini menjadi ruang ekspresi budaya, kreativitas, dan identitas generasi muda. Ogoh-ogoh bukan hanya tradisi tahunan menjelang Hari Raya Nyepi, tetapi juga wadah bagi anak muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan jati diri mereka.

  • Generasi muda Bali masih peduli budaya
  • Banjar menjadi ruang kreatif yang hidup
  • Ogoh-ogoh berevolusi mengikuti zaman

Gerakan seperti ini sering disebut sebagai Bali Next Gen, di mana tradisi dan kreativitas modern jalan bareng.

By theo

Leave a Reply