Persiapan ogoh-ogoh oleh sekeha teruna-teruni di Banjar Sebelanga

Memasuki awal tahun 2026, suasana persiapan ogoh-ogoh di beberapa banjar di Bali mulai terasa. Salah satunya terlihat di Banjar Sebelanga, di mana sekeha teruna-teruni sudah mulai aktif mengerjakan ogoh-ogoh meskipun Hari Raya Nyepi masih beberapa waktu lagi.

Persiapan Ogoh-Ogoh Dimulai Lebih Awal

Fenomena mulai digarapnya ogoh-ogoh sejak awal tahun menunjukkan semangat dan keseriusan para sekeha teruna-teruni. Proses ini tidak hanya melibatkan pembuatan bentuk ogoh-ogoh, tetapi juga diskusi konsep, pengerjaan detail, dan kekompakan antar anggota banjar.

Di Banjar Sebelanga, aktivitas persiapan ini menjadi pemandangan menarik bagi warga sekitar maupun yang sekadar melali (jalan-jalan) melewati area banjar.

Ogoh-Ogoh dan Peran Sekeha Teruna-Teruni

Ogoh-ogoh merupakan bagian penting dari tradisi Bali menjelang Nyepi. Keterlibatan sekeha teruna-teruni bukan hanya soal kreativitas seni, tetapi juga tentang menjaga tradisi, kerja sama, dan identitas budaya.

Dengan dimulainya proses lebih awal, para pemuda banjar memiliki waktu yang lebih leluasa untuk mengembangkan ide dan eksekusi yang maksimal.

Melali Sambil Menikmati Suasana Banjar

Melali ke Banjar Sebelanga memberikan pengalaman sederhana namun berkesan. Aktivitas persiapan ogoh-ogoh menghadirkan suasana ramai yang tetap akrab, penuh canda, dan gotong royong khas banjar.

Bagi yang melintas, momen ini sering memunculkan rasa penasaran: sudah sejauh mana prosesnya, dan seperti apa konsep yang akan ditampilkan nantinya.

Menjaga Tradisi di Awal Tahun

Dimulainya pengerjaan ogoh-ogoh sejak awal 2026 menjadi tanda bahwa semangat melestarikan budaya tetap hidup. Banjar tidak hanya menjadi ruang upacara, tetapi juga tempat berkumpul, berkarya, dan membangun kebersamaan generasi muda.

Leave a Reply