Artikel: Proses Pembuatan Ogoh-Ogoh Caka 1948 | Banjar Dukuh Mertajati
Pembuatan ogoh-ogoh Caka 1948 di Banjar Dukuh Mertajati adalah bagian penting dari tradisi Bali menjelang Hari Raya Nyepi. Kegiatan ini dilakukan oleh pemuda dan warga banjar secara gotong royong sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus proses spiritual menyambut Tahun Baru Saka.
Ogoh-ogoh adalah patung besar yang diarak pada malam Pengerupukan, sehari sebelum Nyepi. Patung ini menggambarkan simbol dari sifat negatif atau kekuatan gelap yang perlu “disucikan” atau dihapus dari kehidupan sebelum memasuki masa hening dan refleksi Nyepi.
Tahapan Proses Pembuatan Ogoh-Ogoh
1. Penentuan Konsep dan Tema
Proses dimulai dengan musyawarah pemuda banjar dan anggota masyarakat untuk memilih tema ogoh-ogoh yang akan dibuat. Tema sering kali berisi pesan moral, refleksi sosial, atau simbol budaya yang kuat.
2. Desain Sketsa Ogoh
Setelah tema disetujui, dibuat desain sketsa yang akan menjadi panduan visual dalam pembuatan ogoh-ogoh. Sketsa memberikan bentuk dasar bagi struktur dan ekspresi patung.
3. Penyusunan Rangka
Rangka ogoh-ogoh disusun menggunakan bambu atau bahan ringan lain agar kuat namun tetap mudah diangkat saat diarak. Rangka menjadi struktur utama sebelum bagian tubuh dibentuk.
4. Pembentukan Badan Ogoh
Pada tahap ini, tubuh ogoh-ogoh dibentuk dengan bahan yang mudah dibentuk seperti kertas, busa, atau anyaman. Detail wajah, tubuh, dan postur mulai terlihat pada fase ini.
5. Pewarnaan dan Finishing
Ogoh-ogoh kemudian diberi warna dan ornamen untuk memperkuat tampilan visual. Pewarnaan biasanya mencolok sehingga terlihat hidup saat pawai malam hari.
Nilai Kebersamaan dan Budaya
Proses pembuatan ogoh-ogoh di Banjar Dukuh Mertajati tidak hanya tentang seni visual. Kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antarwarga, memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreativitas, serta menjaga warisan budaya Bali agar tetap hidup dan relevan.
Pawai Ogoh-Ogoh
Setelah ogoh-ogoh selesai dibuat, patung tersebut akan diarak keliling lingkungan banjar pada malam Pengerupukan. Arak-arakan ini menjadi momen puncak dari proses pembuatan ogoh-ogoh. Masyarakat berkumpul menyaksikan dan ikut meramaikan ritual sebelum masuknya hari Nyepi.
Kesimpulan
Proses pembuatan ogoh-ogoh Caka 1948 di Banjar Dukuh Mertajati melibatkan tahap perencanaan, konstruksi, pewarnaan, dan arak-arakan yang sarat nilai budaya. Aktivitas ini mencerminkan gotong royong, kreativitas, dan pelestarian tradisi lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.