Pembuatan ogoh-ogoh merupakan tradisi Bali yang dilakukan menjelang Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh dibuat sebagai simbol energi negatif yang harus disucikan sebelum memasuki Tahun Baru Saka. Di Banjar Kelandis, Sumerta, proses ini menjadi wujud kreativitas dan kebersamaan generasi muda banjar.

Apa Itu Ogoh-Ogoh?

Ogoh-ogoh adalah patung besar yang diarak pada malam Pengerupukan, sehari sebelum Nyepi. Arak-arakan ini melambangkan pembersihan lingkungan dan pengendalian sifat buruk manusia.

Tahapan Pembuatan Ogoh-Ogoh

  1. Penentuan konsep dan tema sesuai pesan budaya yang ingin disampaikan.
  2. Pembuatan desain dan sketsa sebagai panduan bentuk ogoh-ogoh.
  3. Penyusunan rangka menggunakan bahan ringan agar mudah diarak.
  4. Pembentukan badan hingga detail karakter terlihat jelas.
  5. Pewarnaan dan finishing untuk memperkuat ekspresi dan visual.

Nilai Budaya

Proses pembuatan ogoh-ogoh mengajarkan gotong royong, kreativitas, dan pelestarian budaya Bali, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga banjar.

Kesimpulan

Ogoh-ogoh Caka 1948 di Banjar Kelandis Sumerta bukan hanya karya seni, tetapi simbol penyucian diri dan alam sebelum Nyepi, yang lahir dari semangat kebersamaan dan tradisi lokal.

Leave a Reply