Proses pembuatan ogoh-ogoh STT Yowana Tapa Yoga menjadi gambaran nyata semangat gotong royong generasi muda banjar dalam menjaga tradisi Bali. Tanpa iringan trending sound, suasana banjar justru terasa lebih hidup dengan suara kerja, tawa, dan diskusi kreatif para anggota sekaa teruna.
Di Tahun Caka 1948, proses ini dilakukan secara bertahap, mulai dari perancangan konsep, pembuatan rangka, hingga detail bentuk dan ekspresi. Setiap tahapan dikerjakan bersama di bale banjar, mencerminkan nilai kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.
Keunikan dari proses pembuatan ogoh-ogoh STT Yowana Tapa Yoga terletak pada fokus terhadap makna dan filosofi, bukan sekadar mengikuti tren media sosial. Tanpa musik viral, karya yang dihasilkan justru terasa lebih autentik dan sarat nilai budaya.
Bagi masyarakat sekitar, aktivitas di banjar ini bukan hanya persiapan menyambut Hari Raya Nyepi, tetapi juga ruang edukasi budaya bagi generasi muda. Proses ini memperkuat identitas banjar sekaligus melestarikan warisan seni ogoh-ogoh agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.