Panduan Tangkil Ratu Pasek menjadi informasi yang sangat penting bagi semeton yang berencana ngaturang sembah bhakti di Pura Catur Lawa Ratu Pasek, Besakih, pada tahun 2026. Menjelang upacara besar Ida Bhatara Turun Kabeh, persiapan yang matang sangat diperlukan agar prosesi persembahyangan berjalan khusyuk, tertib, dan tetap menjaga kesucian lingkungan pura dari sampah plastik.


Pentingnya Memahami Tata Cara Sembahyang di Besakih

Bagi semeton Maha Gotra Pasek Gadung Sebali (MGPSSR) maupun umat sedharma secara umum, mengikuti instruksi resmi bukan sekadar mengikuti aturan formal, melainkan bentuk pengabdian (bhakti) dalam menjaga keasrian Padma Bhuana Besakih. Pada tahun 2026, diperkirakan arus pemedek akan meningkat tajam, sehingga kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan adalah kunci utama kenyamanan bersama.


Aturan Barang Bawaan dalam Panduan Tangkil Ratu Pasek

Salah satu poin utama dalam Panduan Tangkil Ratu Pasek tahun ini adalah kampanye bebas plastik sekali pakai. Berikut adalah detail yang wajib diperhatikan oleh seluruh warga:

1. Penggunaan Tas Jali dan Wadah Reusable

Sesuai dengan arahan panitia, pemedek sangat dilarang membawa kantong kresek plastik. Sebagai gantinya:

  • Tas Jali Anyaman: Gunakan tas ini untuk membawa banten atau perlengkapan sembahyang. Selain kuat dan estetik, wadah ini bisa digunakan berkali-kali.
  • Toples Plastik Tebal: Untuk tempat tirta atau wadah bunga, gunakan toples yang bisa dicuci kembali. Hal ini sangat membantu mengurangi timbulan sampah di area suci.

2. Manajemen Sampah Mandiri

Menerapkan protokol kebersihan berarti siap bertanggung jawab atas sampah pribadi. Pastikan sisa-sisa sarana upakara (seperti sisa dupa atau pembungkus makanan) dibawa pulang kembali atau dibuang pada tempat sampah yang telah disediakan secara terpisah.


Etika Busana dan Tata Tertib di Area Pura

Ketertiban saat mengantre dan cara berpakaian juga menjadi sorotan dalam Panduan Tangkil Ratu Pasek. Mengingat area Pura Catur Lawa memiliki kapasitas terbatas, berikut ringkasannya:

  • Busana Adat yang Sopan: Pemedek wanita wajib menggunakan kebaya yang rapi (tidak transparan) dengan senteng/selendang yang diikat di pinggang. Pria wajib menggunakan udeng, kemeja putih/safari, serta saput yang rapi.
  • Mengikuti Arahan Pecalang: Saat memasuki area Jeroan Pura, harap bersabar dan mengikuti sistem antrean yang diatur oleh petugas Humas Pura Catur Parahyangan Ratu Pasek.

Kesimpulan dan Harapan Humas

Dengan mengikuti Panduan Tangkil Ratu Pasek ini, diharapkan seluruh warga dapat menjalankan ibadah dengan rasa tenang. Kesadaran untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai adalah langkah nyata kita dalam memuliakan alam Bali dan menjaga kesucian Pura Besakih untuk generasi mendatang.

Pesan Humas: “Semoga dengan pengeling ini, semeton sane jagi tangkil menjadi nyaman, dan turut membantu menjaga ketertiban serta kebersihan area Pura. Matur Suksma.”

Leave a Reply