Malam Pengerupukan di Bali selalu menjadi panggung bagi kreativitas tanpa batas, salah satunya melalui kehadiran ogoh-ogoh hasil karya ST. Dwi Putra, Banjar Tegal Agung. Tahun ini, mereka mengusung konsep visual yang sangat mendetail, menggabungkan unsur drama keluarga dengan sosok-sosok mistis yang mencekam.

Keunikan utama ogoh-ogoh ST. Dwi Putra terletak pada detail anatomi yang sangat realistis dan ekspresi wajah yang emosional. Berbeda dengan ogoh-ogoh pada umumnya yang hanya menampilkan sosok raksasa (Buta Kala), karya Banjar Tegal Agung kali ini menghadirkan sebuah narasi visual yang melibatkan figur ibu, anak, dan sosok-sosok menyeramkan di latar belakang yang seolah mengintai.

Secara visual, terlihat seorang wanita yang mendekap erat anaknya, dikelilingi oleh figur-figur tinggi besar dengan wajah yang mengerikan. Ini mencerminkan Estetika Mistis Tegal Agung yang ingin menggambarkan perlindungan dan kasih sayang di tengah ancaman kekuatan negatif.

Penggunaan warna kulit yang pucat dan tekstur rambut yang terurai memberikan kesan creepy namun sangat artistik, yang menjadi ciri khas kuat dari Banjar Tegal Agung dalam setiap perayaan Nyepi.

Leave a Reply