Pawai ogoh-ogoh di Desa Belumbang, Kerambitan, berlangsung pada 18 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian tradisi menjelang Hari Raya Nyepi di Bali.

Masyarakat setempat terlihat antusias mengikuti jalannya pawai. Berbagai ogoh-ogoh ditampilkan oleh masing-masing banjar dengan karakter dan konsep yang berbeda.

Lokasi Pawai Ogoh-Ogoh Desa Belumbang

Pawai ini berlangsung di wilayah Belumbang yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Kerambitan.

Wilayah ini dikenal aktif dalam menjaga tradisi budaya Bali. Setiap tahunnya, pawai ogoh-ogoh selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat.

Waktu Pelaksanaan Pawai

Pawai ogoh-ogoh Desa Belumbang dilaksanakan pada 18 Maret 2026.

Kegiatan ini biasanya berlangsung pada sore hingga malam hari. Waktu tersebut dipilih agar suasana pawai terlihat lebih hidup.

Selain itu, pencahayaan lampu juga membuat ogoh-ogoh terlihat lebih dramatis.

Ragam Ogoh-Ogoh yang Ditampilkan

Setiap banjar menampilkan ogoh-ogoh dengan konsep yang berbeda. Ada yang mengangkat tema raksasa, ada juga yang terinspirasi dari cerita pewayangan.

Beberapa ogoh-ogoh terlihat memiliki detail yang cukup rumit. Hal ini menunjukkan keseriusan para pembuat dalam menyiapkan karya mereka.

Keberagaman tersebut menjadi daya tarik utama dalam pawai ini.

Peran Sekaa Teruna dalam Pawai

Sekaa teruna memiliki peran penting dalam pelaksanaan pawai ogoh-ogoh. Para pemuda inilah yang bertanggung jawab dalam pembuatan hingga pengarakannya.

Proses pembuatan ogoh-ogoh biasanya dilakukan secara gotong royong. Hal ini sekaligus mempererat hubungan antar anggota di dalam banjar.

Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

Antusiasme Masyarakat

Pawai ogoh-ogoh di Desa Belumbang selalu menarik perhatian warga. Banyak masyarakat yang datang untuk menyaksikan langsung jalannya pawai.

Sepanjang jalan pawai, warga terlihat memenuhi area untuk melihat ogoh-ogoh yang melintas.

Momen ini juga sering dimanfaatkan untuk mengabadikan foto dan video.

Tradisi Ogoh-Ogoh Menjelang Nyepi

Ogoh-ogoh merupakan simbol Bhuta Kala dalam kepercayaan masyarakat Bali. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara menjelang Hari Raya Nyepi.

Melalui pawai ogoh-ogoh, masyarakat diharapkan dapat menetralisir energi negatif sebelum memasuki hari suci.

Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana pelestarian budaya Bali.

Leave a Reply