Ogoh-ogoh dari Banjar Sedana Mertha, Ubung, terpantau mulai bergerak menuju Jalan Nangka pada pukul 05.20 Wita. Pergerakan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju rangkaian kegiatan Kesanga Festival 2026 di Kota Denpasar.
Sejak pagi hari, para pemuda banjar terlihat mulai mengatur posisi ogoh-ogoh dan melakukan persiapan sebelum perjalanan menuju lokasi kegiatan. Suasana di sekitar banjar tampak ramai oleh warga yang ikut menyaksikan momen tersebut.
Pergerakan Ogoh-Ogoh Sejak Pagi Hari
Perjalanan ogoh-ogoh biasanya dimulai sejak pagi untuk menghindari kepadatan lalu lintas. Hal ini juga memberikan waktu yang cukup bagi panitia dan peserta untuk melakukan berbagai persiapan sebelum acara berlangsung.
Pada pukul 05.20 Wita, ogoh-ogoh dari Banjar Sedana Mertha sudah mulai bergerak perlahan menuju Jalan Nangka. Para pemuda banjar terlihat mengawal perjalanan ogoh-ogoh dengan penuh semangat.
Arah Perjalanan Menuju Jalan Nangka
Jalan Nangka menjadi salah satu jalur yang dilalui oleh ogoh-ogoh menuju lokasi kegiatan. Jalan ini cukup dikenal sebagai salah satu akses penting di wilayah Denpasar Utara.
Pergerakan ogoh-ogoh di sepanjang jalan tersebut menarik perhatian masyarakat yang melintas. Beberapa warga terlihat berhenti untuk melihat langsung perjalanan ogoh-ogoh menuju lokasi berikutnya.
Persiapan Menjelang Kesanga Festival 2026
Perjalanan ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari persiapan menuju Kesanga Festival yang rutin digelar menjelang Hari Raya Nyepi.
Festival ini menjadi salah satu ajang penting bagi para pembuat ogoh-ogoh untuk menampilkan karya mereka. Berbagai banjar di Denpasar biasanya ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Karena itu, proses persiapan dilakukan dengan cukup matang oleh setiap kelompok.
Peran Sekaa Teruna dalam Tradisi Ogoh-Ogoh
Pembuatan dan pergerakan ogoh-ogoh tidak lepas dari peran sekaa teruna di masing-masing banjar. Para pemuda bekerja bersama dalam menyiapkan ogoh-ogoh sejak tahap awal pembuatan hingga proses pengangkutan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan di lingkungan banjar. Selain itu, tradisi ogoh-ogoh menjadi bagian penting dalam menjaga budaya Bali agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Antusiasme Warga Menyaksikan Perjalanan Ogoh-Ogoh
Pergerakan ogoh-ogoh menuju Jalan Nangka juga menarik perhatian warga sekitar. Banyak masyarakat yang menyaksikan proses tersebut dari pinggir jalan.
Momen seperti ini sering menjadi daya tarik tersendiri menjelang perayaan Nyepi. Selain melihat karya seni, masyarakat juga dapat merasakan suasana kebersamaan yang kuat di tengah tradisi budaya Bali.