Ogoh-ogoh dari Banjar Sedana Mertha, Ubung, terpantau mulai bergerak menuju pusat kegiatan Kesanga Fest 2026. Pada pukul 06.55 WITA, ogoh-ogoh tersebut sudah memasuki kawasan Jalan Veteran.
Perjalanan ini menjadi bagian dari persiapan menuju lokasi kegiatan di Lapangan Puputan Badung. Kehadiran ogoh-ogoh di jalan utama tersebut langsung menarik perhatian masyarakat yang melintas di pagi hari.
Pergerakan Ogoh-Ogoh dari Banjar Sedana Mertha Ubung
Ogoh-ogoh yang dibuat oleh pemuda Banjar Sedana Mertha mulai diberangkatkan sejak pagi. Para pemuda banjar terlihat bersama-sama mengiringi ogoh-ogoh menuju lokasi acara.
Perjalanan ini dilakukan secara bertahap karena ukuran ogoh-ogoh yang cukup besar. Selain itu, para pengiring juga memastikan proses perjalanan berjalan dengan aman.
Memasuki Jalan Veteran Denpasar
Saat melintas di kawasan Jalan Veteran Denpasar, ogoh-ogoh tersebut langsung menjadi pusat perhatian. Beberapa warga terlihat berhenti sejenak untuk menyaksikan perjalanan ogoh-ogoh tersebut.
Arus kendaraan di sekitar lokasi juga tampak melambat karena banyak masyarakat yang ingin melihat langsung proses pengiringan ogoh-ogoh.
Namun demikian, perjalanan tetap berlangsung dengan tertib.
Menuju Lapangan Puputan untuk Kesanga Fest 2026
Tujuan perjalanan ogoh-ogoh ini adalah menuju Lapangan Puputan Badung. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik kegiatan dalam rangkaian Kesanga Fest tahun 2026.
Acara ini biasanya diikuti oleh berbagai banjar yang menampilkan ogoh-ogoh terbaik mereka. Karena itu, setiap kelompok berusaha menampilkan karya yang menarik.
Antusiasme Masyarakat di Pagi Hari
Meski masih pagi, suasana di sekitar Jalan Veteran sudah cukup ramai. Kehadiran ogoh-ogoh membuat banyak warga tertarik untuk menyaksikan proses perjalanan tersebut.
Beberapa warga juga terlihat mengabadikan momen ketika ogoh-ogoh melintas menuju lokasi kegiatan.
Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap tradisi ogoh-ogoh.
Tradisi Ogoh-Ogoh Menjelang Nyepi
Ogoh-ogoh merupakan bagian penting dari rangkaian tradisi menjelang Hari Raya Nyepi di Bali. Karya ini melambangkan Bhuta Kala yang kemudian dinetralisir dalam prosesi budaya.
Selain memiliki nilai spiritual, ogoh-ogoh juga menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda di setiap banjar.
Melalui kegiatan seperti Kesanga Fest, karya-karya tersebut dapat ditampilkan kepada masyarakat luas.