Obrolan soal ogoh-ogoh emang nggak ada habisnya kalau bahas kreativitas anak muda Bali. Saat ini, cerita ogoh-ogoh durtala jadi perbincangan karena mengangkat isu lingkungan yang sangat gawat. Lewat cerita ogoh-ogoh durtala ini, ST. Yowana Sawitra ingin menyentil kebiasaan buruk kita semua.

Apa Sih Makna Durtala Itu Sebenarnya?

Secara garis besar, karya ini bercerita tentang hilangnya kesadaran manusia terhadap alam sekitar. Banyak dari kita yang tanpa sadar sering banget ngerusak lingkungan demi kepentingan pribadi. Nah, sosok Durtala ini jadi simbol dari kerusakan alam yang kita buat sendiri. Visualnya yang gahar bener-bener gambarin gimana marahnya alam kalau sudah mulai dirusak. Oleh karena itu, karya ini bukan cuma pajangan, tapi pengingat yang keras.

Kerusakan Alam yang Dipicu Kelalaian Manusia

Kadang kita lupa kalau setiap sampah yang kita buang sembarangan punya dampak besar. Kurangnya rasa peduli bikin bumi kita makin hari makin menderita dan rusak. ST. Yowana Sawitra lewat karya ini pengen kita semua mulai refleksi diri sendiri. Jangan sampai anak cucu kita nanti cuma bisa denger cerita tentang alam hijau. Selanjutnya, seni ini jadi media yang paling pas buat nyampein protes secara estetik.

Proses Panjang dan Solidaritas Tanpa Batas

Bikin karya sekeren ini tentu butuh waktu dan tenaga yang nggak sedikit. Seluruh anggota pemuda bahu-membahu siang malam di banjar demi hasil yang maksimal. Mimin juga denger banyak banget pihak yang ikut support proses kreatif mereka tahun ini. Rasa terima kasih yang mendalam pun diucapkan buat semua yang sudah kasih bantuan. Tanpa kerja tim yang solid, karya sebesar ini nggak mungkin bisa terwujud.

Mengajak Masyarakat Untuk Lebih Peduli

Harapannya, setelah liat penampilan mereka, kita semua jadi lebih “eling” atau sadar lagi. Seni harusnya bisa ngerubah pola pikir orang jadi lebih baik dan positif. Mari kita mulai dari hal kecil kayak ngurangin penggunaan plastik dalam keseharian. Kalau lingkungan asri, kita juga yang bakal ngerasain manfaatnya secara langsung, kan? Akhirnya, mari kita jaga Bali tetep cantik lewat aksi nyata yang sederhana.

Penutup yang Penuh Doa Baik

Perjalanan karya ini ditutup dengan harapan agar semua makhluk selalu hidup damai. Semangat dari ST. Yowana Sawitra ini patut kita apresiasi bareng-bareng di jalanan nanti. Jangan lupa buat tetep jaga ketertiban pas nonton pawai bareng temen atau pacar. Sampai ketemu di malam pengerupukan yang pastinya bakal sangat meriah dan penuh makna! Om Shanti, Shanti, Shanti Om.

Leave a Reply