Penilaian ogoh-ogoh dalam rangka Kasanga Fest 2026 berlangsung pada 24 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting menjelang Hari Raya Nyepi yang diikuti oleh berbagai sekaa teruna di Kota Denpasar.
Pada kesempatan tersebut, ST. Satya Dharma Banjar Pekandelan Sanur Kaja turut berpartisipasi dalam lomba ogoh-ogoh besar yang diselenggarakan oleh Pasikian Yowana Kota Denpasar melalui ajang Kasanga Fest 2026.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para peserta untuk menampilkan karya terbaik yang telah dipersiapkan selama beberapa waktu.
Penilaian Ogoh-Ogoh Kasanga Fest 2026
Penilaian ogoh-ogoh dilakukan langsung oleh dewan juri yang ditunjuk oleh panitia Kasanga Fest 2026. Setiap karya dinilai berdasarkan beberapa aspek penting.
Aspek tersebut meliputi konsep cerita, teknik pembuatan, estetika visual, serta makna filosofis yang terkandung di dalam ogoh-ogoh. Melalui proses penilaian ini, para peserta menunjukkan hasil karya terbaik mereka.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperlihatkan kreativitas generasi muda dalam menjaga tradisi Bali.
Partisipasi ST. Satya Dharma Banjar Pekandelan Sanur Kaja
ST. Satya Dharma Banjar Pekandelan Sanur Kaja menjadi salah satu peserta yang ikut serta dalam kegiatan penilaian ogoh-ogoh tahun ini.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen mereka dalam mendukung pelaksanaan Hari Raya Nyepi Caka 1948. Selain itu, partisipasi ini juga menjadi langkah awal untuk terus aktif berkarya di bidang seni dan budaya Bali.
Melalui kegiatan ini, para pemuda banjar ingin menunjukkan semangat kebersamaan sekaligus dedikasi dalam melestarikan tradisi.
Proses dan Cerita di Balik Pembuatan Ogoh-Ogoh
Setiap ogoh-ogoh yang ditampilkan tentu memiliki proses panjang di balik pembuatannya. Mulai dari perencanaan konsep hingga tahap finishing dilakukan secara bersama oleh anggota sekaa teruna.
Proses ini tidak hanya menghasilkan sebuah karya seni. Di dalamnya juga terdapat cerita, kerja keras, serta makna yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
Karena itu, setiap ogoh-ogoh memiliki karakter dan identitas yang berbeda.
Mengangkat Identitas Sanur Melalui Karya
Pada tahun ini, ST. Satya Dharma menghadirkan sebuah gebrakan baru dalam karya ogoh-ogoh yang mereka tampilkan. Konsep yang diangkat juga menjadi bagian dari upaya untuk mengangkat eksistensi wilayah Sanur.
Melalui karya tersebut, para pemuda ingin menunjukkan bahwa tradisi ogoh-ogoh dapat menjadi media ekspresi budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.
Hal ini menjadi salah satu nilai penting yang ingin disampaikan dalam partisipasi mereka di Kasanga Fest 2026.
Komitmen Berkarya di Tahun 2026
Keikutsertaan dalam penilaian ogoh-ogoh Kasanga Fest 2026 menjadi langkah awal bagi ST. Satya Dharma untuk terus aktif berkarya sepanjang tahun.
Mereka berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni dan tradisi adat Bali. Semangat ini juga menjadi bentuk dedikasi generasi muda dalam menjaga warisan budaya.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tradisi ogoh-ogoh tetap berkembang dan terus dilestarikan oleh generasi berikutnya.