Ogoh-ogoh merupakan salah satu tradisi penting di Bali yang selalu hadir menjelang Hari Raya Nyepi. Setiap banjar dan sekaa teruna biasanya menampilkan karya terbaik mereka sebagai bentuk kreativitas sekaligus pelestarian budaya.

Salah satu karya yang menarik perhatian datang dari STT Werdhi Sesana dengan ogoh-ogoh berjudul Tugek Kodya. Karya ini menjadi simbol kreativitas dan kerja sama para pemuda dalam menghadirkan ogoh-ogoh yang penuh makna.

Apa Itu Ogoh-Ogoh Tugek Kodya

Tugek Kodya merupakan konsep ogoh-ogoh yang dihadirkan oleh STT Werdhi Sesana sebagai bagian dari rangkaian tradisi menjelang Nyepi. Ogoh-ogoh ini menggambarkan karakter dengan bentuk yang kuat dan ekspresif.

Seperti ogoh-ogoh pada umumnya, karya ini tidak hanya menonjolkan bentuk visual. Di dalamnya juga terdapat pesan filosofis yang berkaitan dengan keseimbangan kehidupan serta pengendalian sifat negatif manusia.

Proses Pembuatan oleh STT Werdhi Sesana

Pembuatan ogoh-ogoh biasanya melibatkan banyak anggota sekaa teruna. Hal yang sama juga terlihat dalam proses pembuatan Tugek Kodya oleh STT Werdhi Sesana.

Mulai dari perencanaan konsep, pembuatan rangka, hingga proses pewarnaan dilakukan secara bersama-sama. Proses ini sering berlangsung selama beberapa minggu bahkan berbulan-bulan.

Kerja sama tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong di kalangan pemuda banjar.

Nilai Seni dalam Ogoh-Ogoh Tugek Kodya

Ogoh-ogoh Tugek Kodya menampilkan detail yang cukup menarik. Bentuk karakter dibuat dengan ekspresi kuat sehingga mampu menggambarkan karakter yang ingin disampaikan oleh para pembuatnya.

Selain bentuk tubuh dan ekspresi wajah, detail ornamen serta pewarnaan juga menjadi bagian penting dari keseluruhan karya. Unsur-unsur tersebut membuat ogoh-ogoh terlihat lebih hidup dan artistik.

Tradisi Ogoh-Ogoh Menjelang Hari Raya Nyepi

Ogoh-ogoh memiliki peran penting dalam rangkaian tradisi Nyepi di Bali. Patung raksasa ini biasanya diarak pada malam pengerupukan sebagai simbol Bhuta Kala.

Melalui tradisi ini, masyarakat Bali melakukan simbolisasi pembersihan energi negatif sebelum memasuki hari suci Nyepi.

Kegiatan pembuatan ogoh-ogoh juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk belajar tentang budaya, kerja sama, dan tanggung jawab terhadap tradisi.

Kreativitas Generasi Muda dalam Melestarikan Budaya

Karya seperti Tugek Kodya menunjukkan bahwa kreativitas generasi muda Bali terus berkembang. Sekaa teruna tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga menghadirkan inovasi dalam setiap karya yang dibuat.

Melalui ogoh-ogoh, para pemuda dapat mengekspresikan ide serta kemampuan seni mereka. Hal ini membuat tradisi ogoh-ogoh tetap hidup dan relevan dari tahun ke tahun.

Leave a Reply