ogoh ogoh banjar mertagangga

Penilaian ogoh-ogoh di wilayah Denpasar Utara juga menyambangi Banjar Mertagangga pada 26 Februari 2026. Momen ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan menjelang Hari Raya Nyepi yang selalu dinantikan masyarakat.

Sejak sore hari, suasana banjar sudah mulai ramai. Warga berkumpul untuk melihat langsung ogoh-ogoh yang telah disiapkan oleh para pemuda banjar. Karya tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melalui proses panjang, mulai dari perencanaan konsep hingga tahap finishing.

Kreativitas Pemuda Banjar banjar mertagangga

Pembuatan ogoh-ogoh di Banjar Mertagangga melibatkan banyak pihak, terutama sekaa teruna yang menjadi motor utama dalam proses pengerjaan. Setiap detail dibuat dengan penuh perhatian agar menghasilkan bentuk yang menarik dan memiliki makna.

Selain sebagai karya seni, ogoh-ogoh juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menuangkan ide dan kreativitas mereka. Proses pembuatannya pun memperkuat rasa kebersamaan antar warga banjar.

Bagian dari Tradisi Menjelang Nyepi

Tradisi ogoh-ogoh tidak bisa dilepaskan dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Ogoh-ogoh biasanya menggambarkan sosok Bhuta Kala yang melambangkan sifat negatif dalam kehidupan.

Melalui proses pembuatan hingga penilaian seperti yang berlangsung di Banjar Mertagangga, tradisi ini terus hidup di tengah masyarakat. Selain menjaga budaya, kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan yang mempererat hubungan antar warga.

Leave a Reply