Penilaian Kasanga Fest Kecamatan Denpasar Barat kembali menghadirkan karya ogoh-ogoh kreatif dari para sekaa teruna teruni. Salah satu peserta yang tampil dalam penilaian ini adalah STT Yowana Dharma Wiguna dari Banjar Tenten dengan konsep ogoh-ogoh bertajuk Raksa Amerta.

Penilaian berlangsung pada Rabu, 25 Februari 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menjelang Hari Raya Nyepi. Karya yang diusung tidak hanya menonjolkan bentuk visual ogoh-ogoh, tetapi juga menghadirkan kisah yang bersumber dari sastra Hindu.

Kisah Raksa Amerta dalam Wisnu Purana

Konsep Raksa Amerta diangkat dari cerita dalam Wisnu Purana. Dalam kisah tersebut, para dewa dan raksasa melakukan pengadukan lautan susu untuk mendapatkan Amerta, yaitu air kehidupan yang memberikan keabadian.

Setelah Amerta berhasil didapatkan, para raksasa berusaha merebutnya. Situasi ini membuat para dewa mencari cara untuk melindungi air kehidupan tersebut.

Dewa Wisnu kemudian menjelma menjadi seorang wanita cantik bernama Mohini. Dengan paras yang memikat, Mohini berhasil menarik perhatian para raksasa.

Strategi Mohini Melindungi Amerta

Mohini kemudian meminta para raksasa untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menerima Amerta. Permintaan tersebut membuat para raksasa pergi untuk melakukan penyucian diri.

Saat para raksasa meninggalkan tempat itu, Mohini membawa kendi berisi Amerta dan menjauhkannya dari mereka. Dengan cara ini, Amerta berhasil diselamatkan dan tidak jatuh ke tangan yang salah.

Peristiwa ini kemudian dikenal dengan istilah Raksa Amerta.

Makna Filosofis Raksa Amerta

Secara makna, Raksa berarti perlindungan. Sementara itu, Amerta berarti air kehidupan yang abadi.

Raksa Amerta menggambarkan upaya melindungi sesuatu yang suci dan bernilai tinggi. Dalam kehidupan, konsep ini sering dimaknai sebagai simbol menjaga kebenaran, kesucian, dan nilai dharma.

Melalui konsep ini, STT Yowana Dharma Wiguna ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai luhur agar tidak disalahgunakan.

Kreativitas Ogoh-Ogoh dalam Kasanga Fest

Kasanga Fest di Denpasar Barat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas mereka melalui ogoh-ogoh. Setiap karya tidak hanya dinilai dari bentuk dan teknik pembuatan, tetapi juga dari konsep cerita yang diangkat.

Partisipasi STT Yowana Dharma Wiguna Banjar Tenten dengan konsep Raksa Amerta menunjukkan bagaimana kisah klasik dalam sastra Hindu tetap relevan dan dapat diangkat dalam bentuk karya seni ogoh-ogoh.

Melalui kegiatan seperti ini, tradisi ogoh-ogoh tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Bali.

Leave a Reply