Siapa Dewi Darmada dan Mengapa Ramai Dibicarakan?
Dewi Darmada adalah karya ogoh-ogoh yang digarap oleh pemuda dan pemudi ST. Dharma Santika. Setelah melalui proses panjang, akhirnya karya tersebut resmi rampung. Kabar ini langsung menarik perhatian masyarakat karena proses pembuatannya melibatkan banyak pihak, termasuk campur tangan aktif dari pemudi setempat.
Keberhasilan ini bukan hanya soal selesainya sebuah karya, tetapi juga tentang kolaborasi, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang masih kuat di tingkat banjar.
Proses Pengerjaan Dewi Darmada
Dalam tradisi pembuatan ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi, proses kreatif biasanya melibatkan para pemuda. Namun pada proyek Dewi Darmada, para pemudi turut ambil bagian secara aktif — mulai dari detail artistik, pengecatan, hingga penyempurnaan karakter visual.
Campur tangan pemudi “mimin” memberikan sentuhan berbeda, terutama dalam hal:
- Detail ornamen
- Harmonisasi warna
- Finishing akhir
- Penyesuaian estetika agar tampil lebih hidup dan ekspresif
Hasil akhirnya terlihat lebih rapi, kuat secara karakter, dan memiliki daya tarik visual yang menonjol.
Peran ST. Dharma Santika dalam Pelestarian Tradisi
Sebagai salah satu organisasi sekaa teruna (ST), ST. Dharma Santika memiliki peran penting dalam menjaga tradisi pembuatan ogoh-ogoh di lingkungan banjar.
Partisipasi aktif generasi muda—baik pemuda maupun pemudi—menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya masih terus diwariskan. Keterlibatan perempuan dalam proses kreatif ini juga menjadi bukti bahwa tradisi terus berkembang secara inklusif tanpa meninggalkan akar budayanya.
Makna Dewi Darmada
Nama Dewi Darmada sendiri mengandung filosofi yang kuat. “Dharma” dalam konsep Hindu Bali merujuk pada kebenaran dan kewajiban moral. Karya ini diharapkan bukan sekadar visual spektakuler, tetapi juga membawa pesan nilai-nilai kehidupan.
Dalam konteks ogoh-ogoh, figur yang ditampilkan biasanya merepresentasikan sifat-sifat negatif yang akan disimbolkan untuk dilebur menjelang Nyepi. Namun interpretasi artistik dapat berkembang sesuai konsep yang diusung oleh pembuatnya.
Mengapa Ini Menjadi Sorotan?
Beberapa alasan mengapa proyek ini menarik perhatian:
- Prosesnya melibatkan kolaborasi lintas gender.
- Penyelesaian dilakukan dengan detail dan totalitas tinggi.
- Semangat solidaritas terasa kuat.
- Menunjukkan eksistensi aktif ST. Dharma Santika dalam kegiatan budaya.
Rampungnya Dewi Darmada bukan hanya tentang selesainya sebuah karya fisik, tetapi tentang keberhasilan kerja sama komunitas.
Kesimpulan
Dewi Darmada akhirnya rampung berkat kerja keras bersama, termasuk campur tangan kreatif dari pemudi ST. Dharma Santika. Proyek ini menjadi simbol kolaborasi, pelestarian budaya, dan kekompakan generasi muda dalam menjaga tradisi Bali.
Karya ini diharapkan mampu tampil maksimal saat pengarakan dan menjadi kebanggaan bersama.