Apa Itu Upacara Pelebon di Ubud?
Upacara Pelebon Puri Agung Ubud merupakan ritual kremasi khusus keluarga kerajaan yang dilaksanakan di lingkungan Puri Agung Ubud, yang berada di pusat budaya Ubud. Tradisi ini adalah bentuk ngaben agung yang diperuntukkan bagi tokoh puri atau bangsawan.
Dalam ajaran Hindu Bali, pelebon memiliki tujuan utama menyucikan roh (atma) agar dapat kembali ke asalnya. Prosesi ini dipercaya membantu perjalanan spiritual menuju alam yang lebih tinggi sesuai konsep reinkarnasi dan moksha.
Mengapa Pelebon Kerajaan Berbeda dari Ngaben Biasa?
Ritual ini memiliki perbedaan mencolok dibanding ngaben masyarakat umum, antara lain:
- Bade bertingkat tinggi sebagai simbol Gunung Mahameru
- Lembu atau wadah suci berbentuk hewan sebagai kendaraan roh
- Iringan gamelan dan doa brahmana yang berlangsung khidmat
Struktur bade biasanya dihias ornamen emas, kain prada, serta ukiran khas Bali. Tingginya bisa mencapai belasan meter, mencerminkan status sosial keluarga kerajaan.
Bagaimana Rangkaian Prosesi Pelebon Dilaksanakan?
Rangkaian upacara kremasi kerajaan ini melibatkan masyarakat adat secara luas. Tahapannya meliputi:
- Persiapan Sarana Upacara
Pembuatan bade dan lembu dilakukan oleh undagi (ahli bangunan tradisional). - Prosesi Pengarakan ke Setra
Menara kremasi diarak beramai-ramai dengan iringan gamelan baleganjur. - Ritual Pembakaran
Jenazah ditempatkan dalam lembu, lalu dilakukan pembakaran sebagai simbol pelepasan unsur duniawi. - Nganyut Abu
Abu dihanyutkan ke laut atau sungai sebagai lambang pengembalian unsur Panca Maha Bhuta ke alam.
Nilai Filosofi dan Daya Tarik Budaya
Sebagai pusat seni dan tradisi, Ubud dikenal dunia karena kekayaan budayanya. Upacara kerajaan di Puri Agung Ubud menjadi peristiwa langka yang menyatukan spiritualitas, seni ukir, arsitektur, dan musik tradisional.
Wisatawan yang hadir biasanya diimbau mengenakan pakaian sopan dan mengikuti aturan adat. Momen ini bukan sekadar tontonan budaya, melainkan pengalaman memahami filosofi kehidupan masyarakat Bali.