{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7610673721946230034"}}

Keindahan penjor hias karya Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Desa Adat Kapal terpajang megah di Jaba Pura Desa Adat Kapal. Lomba ini menjadi bagian dari rangkaian tradisi sakral Aci Tabuh Rah Pengangon yang digelar secara turun-temurun oleh masyarakat adat setempat.

Artikel ini membahas makna, tujuan lomba, serta daya tarik penjor hias dalam konteks budaya Bali.


Apa Itu Tradisi Aci Tabuh Rah Pengangon?

Aci Tabuh Rah Pengangon merupakan upacara adat yang memiliki nilai religius dan spiritual bagi masyarakat Desa Adat Kapal di Kabupaten Badung. Tradisi ini berkaitan dengan persembahan dan ritual yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan serta permohonan keselamatan dan keseimbangan alam.

Dalam rangkaiannya, lomba penjor hias menjadi salah satu elemen yang memperkuat semangat kebersamaan generasi muda sekaligus memperindah area pura.


Mengapa Penjor Hias Menjadi Daya Tarik Utama?

Penjor bukan sekadar hiasan bambu melengkung. Dalam budaya Bali, penjor melambangkan kemakmuran dan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pada lomba ini, STT dari berbagai banjar di Desa Adat Kapal menampilkan kreativitas terbaik mereka melalui:

  • Anyaman janur yang detail dan rumit
  • Ornamen tradisional khas Bali
  • Komposisi hiasan yang seimbang dan estetis
  • Struktur penjor yang kokoh dan proporsional

Setiap penjor berdiri tinggi dan berjajar rapi di jaba pura, menciptakan pemandangan yang megah dan penuh makna.


Apa Tujuan Lomba Penjor Hias?

Lomba ini bukan hanya tentang estetika, tetapi juga memiliki tujuan penting:

  1. Melestarikan tradisi dan nilai budaya Bali
  2. Mendorong kreativitas generasi muda
  3. Mempererat solidaritas antar STT
  4. Menghidupkan suasana upacara adat

Melalui kegiatan ini, generasi muda tidak hanya menjadi penonton tradisi, tetapi pelaku aktif dalam menjaga warisan leluhur.


Di Mana Lokasi Penjor Dipajang?

Seluruh penjor hias dipajang di area jaba Pura Desa Adat Kapal. Area ini menjadi pusat perhatian masyarakat dan pengunjung yang ingin menyaksikan langsung hasil karya terbaik para pemuda desa.

Posisi yang strategis membuat deretan penjor terlihat semakin dramatis, terutama saat diterpa cahaya pagi atau sore hari.


Apa Makna Budaya di Balik Keindahannya?

Keindahan penjor hias tidak hanya terletak pada visualnya, tetapi juga pada nilai spiritual dan kebersamaan yang menyertainya.

Tradisi ini menunjukkan bahwa budaya Bali tetap hidup karena partisipasi aktif masyarakatnya. Tanpa keterlibatan generasi muda, tradisi hanya akan menjadi simbol tanpa makna.

Lomba penjor dalam rangkaian Aci Tabuh Rah Pengangon menjadi bukti nyata bahwa adat, seni, dan semangat gotong royong masih terjaga kuat di Desa Adat Kapal.

By moza

Leave a Reply