Ogoh-Ogoh Kurma Samudra Kala Caka 1948 karya ST Surya Kencana di Br Padang Bali Dalung Kuta Utara dengan tema kura-kura kosmis dan samudra

Di perayaan Nyepi Caka 1948, kreativitas generasi muda kembali bersinar lewat karya monumental berjudul “Kurma Samudra Kala”. Ogoh-ogoh ini merupakan karya ST Surya Kencana, Br. Padang Bali, Dalung, Kuta Utara, yang mengangkat simbol kosmis penuh makna: kura-kura suci dan kekuatan samudra.

Tema ini tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga sarat nilai filosofi Hindu dan keseimbangan alam semesta.


Apa Arti “Kurma Samudra Kala”?

Nama “Kurma Samudra Kala” mengandung makna mendalam:

  • Kurma: Simbol kura-kura kosmis, yang dalam ajaran Hindu berkaitan dengan inkarnasi Dewa Wisnu sebagai penopang dunia.
  • Samudra: Lautan luas sebagai sumber kehidupan dan energi alam.
  • Kala: Representasi kekuatan waktu dan energi alam yang dapat bersifat destruktif maupun menjaga keseimbangan.

Secara keseluruhan, konsep ini menggambarkan kekuatan besar alam semesta yang menopang kehidupan sekaligus memiliki potensi kehancuran bila keseimbangan terganggu.


Filosofi di Balik Karya Ogoh-Ogoh Ini

Ogoh-ogoh dalam tradisi Bali bukan sekadar karya seni visual. Ia merupakan simbol Bhuta Kala — energi negatif yang perlu dinetralisir menjelang Hari Raya Nyepi.

Dalam konteks “Kurma Samudra Kala”, pesan yang disampaikan adalah:

1. Pentingnya menjaga keseimbangan alam
2. Kesadaran terhadap siklus waktu (kala)
3. Harmoni antara manusia dan lingkungan

Tema samudra dan kura-kura kosmis menjadi pengingat bahwa bumi harus dijaga agar tetap stabil dan harmonis.


Keunikan Visual Kurma Samudra Kala

Beberapa ciri khas yang menonjol dalam tema ini:

  • Dominasi elemen laut dan ombak dramatis
  • Figur kura-kura raksasa sebagai penopang struktur utama
  • Ornamen air yang menggambarkan perputaran energi
  • Ekspresi kala yang kuat dan dinamis

Perpaduan ini menciptakan kesan sakral sekaligus megah.


Peran ST Surya Kencana dalam Pelestarian Tradisi

Sebagai Sekaa Teruna dari Br. Padang Bali Dalung, ST Surya Kencana menunjukkan komitmen dalam:

  • Melestarikan tradisi ogoh-ogoh
  • Menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan nilai adat
  • Menguatkan solidaritas pemuda banjar

Karya di Caka 1948 ini menjadi bukti bahwa regenerasi budaya berjalan dengan baik.


Kesimpulan

Ogoh-Ogoh “Kurma Samudra Kala” bukan hanya karya seni menyambut Nyepi Caka 1948, tetapi juga simbol kosmis tentang keseimbangan, waktu, dan kekuatan alam.

Melalui kreativitas ST Surya Kencana, tradisi ogoh-ogoh terus berkembang dengan makna yang semakin mendalam dan relevan dengan kondisi lingkungan masa kini.

Leave a Reply