Siapa pencipta Ogoh-Ogoh Balayudha Kurusetra Sembung yang fenomenal di perayaan Nyepi Caka 1948 ini? Karya agung ini merupakan persembahan STT. Werdhi Karya dari Br. Pempatan Sembung, Mengwi, Badung. Munculnya Ogoh-Ogoh Balayudha Kurusetra Sembung bertujuan memvisualisasikan pertempuran dahsyat di medan Kurusetra melalui seni patung. Oleh karena itu, mari kita bedah detail kolaborasi para arsitek berbakat di balik layar.
Siapa Arsitek Balayudha Kurusetra?
Tokoh utama di balik desain megah ini adalah Dedi Aris sebagai arsitek kepala. Ia dibantu oleh tim pendamping arsitek yang terdiri dari Dwi Payana dan Widi Antara. Mereka bertiga menyatukan visi untuk menciptakan anatomi patung yang sangat dinamis dan berkarakter kuat. Selain itu, bimbingan dari mentor berpengalaman seperti Pakman Go dan Ajik Doler sangat berpengaruh.
Sentuhan para mentor memberikan nilai tradisional yang sangat kental pada karya modern ini. Alhasil, setiap lekukan dan detail hiasan memiliki makna filosofis yang sangat dalam dan kuat. Kolaborasi lintas generasi ini membuktikan bahwa regenerasi seniman di desa Sembung berjalan sangat baik. Jadi, hasil akhir karya ini benar-benar menunjukkan kualitas seni kelas atas dari Mengwi.
Apa Makna Tema Balayudha Kurusetra?
Tema ini mengangkat penggalan kisah epik Bharatayudha yang terjadi di padang Kurusetra. “Balayudha” menggambarkan kekuatan pasukan atau armada perang yang sedang bertempur dengan penuh semangat juang. Melalui karya ini, STT. Werdhi Karya ingin menyampaikan pesan tentang perjuangan menegakkan kebenaran atau dharma. Maka dari itu, ekspresi patung dibuat sangat ekspresif untuk menggambarkan suasana perang yang mencekam.
Dukungan penuh dari warga Banjar Pempatan menjadi modal utama bagi para pemuda setempat. Mereka bersatu padu mewujudkan visualisasi pertempuran yang tidak hanya indah tetapi juga memiliki nyawa. Oleh sebab itu, proses pengerjaan dilakukan dengan penuh ketelitian di setiap bagian kecil patung. Dengan demikian, penonton akan merasakan atmosfer heroisme saat melihat karya ini secara langsung.
Bagaimana Detail Teknis Pengerjaannya?
Proses pengerjaan diawali dengan pembuatan sketsa detail yang dirancang langsung oleh Dedi Aris. Selanjutnya, tim undagi mulai merangkai struktur rangka yang sangat kokoh untuk menopang beban berat. Penggunaan material dipilih secara selektif agar hasil akhir terlihat sangat rapi dan juga proporsional. Hal ini dilakukan karena kompleksitas komposisi patung Balayudha ini memang sangat menantang bagi seniman.
Selain itu, teknik pewarnaan dilakukan secara berlapis untuk menciptakan efek gradasi yang sangat dramatis. Setiap ornamen dikerjakan secara manual dengan penuh kesabaran oleh para anggota STT. Werdhi Karya. Integrasi antara bentuk patung dan pencahayaan juga sangat diperhitungkan untuk parade malam nanti. Jadi, setiap sudut patung akan terlihat memukau dari berbagai arah pandang penonton.
Mengapa Harus Menyaksikan Karya Ini?
Karya ini merupakan bukti nyata kreativitas pemuda Mengwi yang tidak pernah padam dimakan zaman. Melalui bimbingan Ajik Sembung dan Pak Intan, nilai estetika Bali tetap terjaga sangat murni. Oleh karena itu, pementasan malam pengerupukan di Br. Pempatan Sembung dipastikan akan sangat meriah. Masyarakat luas sangat menantikan momen saat raksasa Kurusetra ini mulai menggetarkan jalanan desa.
Kesimpulannya, Balayudha Kurusetra adalah representasi dari semangat persatuan pemuda STT. Werdhi Karya yang luar biasa. Mereka berhasil menciptakan standar baru dalam seni pembuatan ogoh-ogoh di wilayah Badung tahun ini. Mari kita apresiasi kerja keras para arsitek muda ini demi kelestarian budaya Bali tercinta. Semoga karya ini menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya untuk terus berkarya secara totalitas.