Pernahkah Anda bingung melihat tiket pesawat? Di situ tertulis keberangkatan jam 10.00 dan tiba jam 11.30, padahal Anda tahu persis durasi terbang (flight time) ke kota tujuan tersebut biasanya hanya memakan waktu 1 jam. Ke mana perginya sisa 30 menit tersebut? Jawabannya adalah: Block Time.
Dalam dunia penerbangan, waktu yang dihitung bukan hanya saat roda pesawat meninggalkan landasan, melainkan seluruh proses dari bandara asal hingga bandara tujuan.
Apa Itu Block Time?
Block Time (sering disebut juga Block-to-Block) adalah durasi total penerbangan yang dihitung sejak pesawat mulai bergerak meninggalkan gerbang keberangkatan hingga pesawat benar-benar berhenti sempurna di gerbang kedatangan.
Istilah ini dinamakan “Block” karena merujuk pada “ganjal roda” (chocks). Waktu dimulai saat ganjal roda dilepas di bandara asal dan berakhir saat ganjal roda dipasang kembali di bandara tujuan.
Komponen dalam Block Time:
- Pushback: Pesawat mulai didorong keluar dari gate.
- Taxi-Out: Pesawat berjalan di darat menuju landasan pacu (runway).
- Flight Time: Durasi aktual pesawat berada di udara (dari take-off hingga landing).
- Taxi-In: Pesawat berjalan dari landasan menuju gate kedatangan.
- Parking: Pesawat berhenti sempurna dan mematikan mesin.
Mengapa Block Time Sangat Penting?
Maskapai tidak menggunakan waktu udara saja untuk menyusun jadwal karena ia memengaruhi seluruh operasional penerbangan:
- Penjadwalan Kru: Jam kerja pilot dan pramugari dihitung berdasarkan block time, bukan hanya saat terbang.
- Perencanaan Bahan Bakar: Pesawat membakar bahan bakar bahkan saat mengantre di darat (taxiing).
- Ketepatan Waktu (OTP): Skor On-Time Performance sebuah maskapai dinilai dari kesesuaian antara block time di jadwal dengan kenyataan di lapangan.
- Rotasi Pesawat: Membantu tim operasional mengatur kapan pesawat tersebut siap untuk terbang kembali ke rute berikutnya.
Jadi, Kenapa Waktu di Jadwal Dibuat Lebih Lama?
Maskapai biasanya memberikan “ruang napas” (buffer time) dalam yang mereka cantumkan di jadwal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi:
- Antrean panjang saat taxi menuju runway.
- Kepadatan lalu lintas udara yang membuat pesawat harus berputar-putar (holding) sebelum mendarat.
- Cuaca buruk yang mungkin memperlambat laju pesawat.
Inilah alasan mengapa terkadang pilot mengumumkan, “Kita akan mendarat lebih awal dari jadwal,” padahal sebenarnya durasi terbangnya normal, hanya saja proses di daratnya lebih cepat dari estimasi yang ditentukan.
Kesimpulan
Memahami Block Time membantu Anda menjadi penumpang yang lebih cerdas. Anda tidak akan lagi merasa “tertipu” oleh jadwal yang terlihat lama, karena Anda tahu bahwa waktu tersebut sudah mencakup seluruh prosedur keamanan dan teknis dari pintu ke pintu.
Tips Pro: Jika Anda memiliki penerbangan lanjutan (connecting flight), selalu perhatikan selisih block time kedatangan Anda dengan jadwal keberangkatan berikutnya agar tidak terburu-buru saat transit!