Ogoh-Ogoh ST. Yowana Pratyaksa dengan tema Roga Sanghara Bhumi merupakan simbol pembersihan alam dari segala wabah penyakit di Nusa Dua. Karya ini dibuat oleh pemuda Banjar Bualu, Kuta Selatan, untuk menetralisir energi negatif menjelang Hari Raya Nyepi tahun ini. Sebagai ikon di Zona 7 Kabupaten Badung, Ogoh-Ogoh ST. Yowana Pratyaksa berhasil menggabungkan estetika seni pahat tradisional dengan narasi filosofis yang sangat mendalam.

Intisari Roga Sanghara Bhumi:

  • Apa: Manifestasi kekuatan suci untuk menghancurkan (Sanghara) segala penyakit (Roga) di bumi (Bhumi).
  • Siapa: Kreativitas pemuda ST. Yowana Pratyaksa dari Banjar Bualu, Desa Adat Bualu.
  • Di Mana: Berlokasi di wilayah strategis Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Zona 7 Badung.
  • Kapan: Puncak prosesi terjadi pada malam Pengerupukan sebelum pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
  • Mengapa: Mengingatkan manusia untuk menjaga keharmonisan alam agar terhindar dari malapetaka global.
  • Bagaimana: Menggunakan teknik konstruksi modern namun tetap setia pada bahan ramah lingkungan seperti bambu.

Filosofi Roga Sanghara Bhumi ini memberikan pesan kuat bahwa setiap kerusakan alam pasti akan menemui titik pembersihannya sendiri. Karakter yang ditampilkan memiliki anatomi detail yang sangat hidup sehingga menciptakan kesan dramatis bagi setiap mata yang memandang. Selanjutnya, penggunaan gradasi warna yang berani semakin mempertegas karakter sang penghancur segala bentuk bala dan penyakit tersebut.

Kreativitas pemuda di Nusa Dua ini membuktikan bahwa tradisi Bali mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jiwanya. Selain itu, kolaborasi tim yang solid menjadi kunci utama di balik kemegahan visual yang dihasilkan oleh Banjar Bualu. Oleh karena itu, karya ini bukan hanya sekadar tontonan, melainkan tuntunan spiritual bagi seluruh masyarakat yang menyaksikannya.

Akhirnya, semangat gotong royong ini diharapkan dapat terus menyala demi kelestarian budaya Bali yang sangat unik dan sakral. Mari kita apresiasi dedikasi luar biasa ini sebagai bentuk kecintaan terhadap warisan leluhur yang tak ternilai harganya.

Leave a Reply