Ogoh-Ogoh Banjar Latu Sari tampil sangat dominan dalam ajang penilaian lapangan yang diselenggarakan pada 19 Februari 2026 kemarin. Acara ini merupakan bagian penting dari kompetisi resmi di Zona 2 Kabupaten Badung untuk menyeleksi karya seni terbaik. Melalui Ogoh-Ogoh Banjar Latu Sari, para pemuda Desa Adat Abiansemal sukses menunjukkan kualitas seni tingkat tinggi di hadapan tim juri. Oleh karena itu, suasana di Kecamatan Abiansemal menjadi sangat meriah dengan kehadiran ribuan warga yang memadati lokasi penilaian.
Rincian Fakta Penilaian Lapangan
Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai jalannya acara, berikut adalah poin-poin utama yang disajikan secara sistematis:
- Apa tujuan utamanya? Kegiatan ini adalah penilaian teknis untuk mengevaluasi kualitas artistik serta filosofi dari karya ogoh-ogoh pemuda.
- Siapa tokoh kreatifnya? Mahakarya ini merupakan hasil kerja keras kolektif dari pemuda Banjar Latu Sari, Desa Adat Abiansemal, Kuta Selatan.
- Di mana lokasi penilaian? Proses penjurian dipusatkan secara langsung di balai banjar serta jalan utama wilayah Banjar Latu Sari, Abiansemal.
- Kapan acara berlangsung? Penilaian lapangan oleh tim juri Kabupaten Badung ini dilaksanakan tepat pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
- Mengapa karya ini menarik? Peserta menonjolkan detail anatomi yang sangat realistis dengan perpaduan ornamen tradisional Bali yang sangat rumit dan halus.
- Bagaimana visualisasi karyanya? Patung raksasa ini menggunakan konstruksi yang seimbang sehingga memungkinkan pergerakan yang sangat dinamis saat ditarikan oleh pemuda.
Keunggulan Estetika dan Inovasi Visual
Kreativitas yang ditunjukkan oleh seniman muda di Banjar Latu Sari membuktikan bahwa tradisi Bali tetap hidup secara dinamis. Selanjutnya, pemilihan warna yang tajam memberikan karakter yang sangat kuat pada ekspresi wajah ogoh-ogoh yang ditampilkan tahun ini. Selain itu, penggunaan bahan-bahan organik yang ramah lingkungan menjadi bukti kepedulian para pemuda terhadap kelestarian alam lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, banyak pengamat seni memprediksi karya ini akan meraih nilai yang sangat tinggi di tingkat zona.
Antusiasme Warga dan Pelestarian Budaya
Kemudian, kesuksesan presentasi ini tidak lepas dari kekompakan seluruh krama Banjar Latu Sari dalam mempersiapkan sarana dan prasarana. Di samping itu, alunan musik balaganjur yang menggelegar semakin menambah kesan sakral dan magis pada penampilan fragmen tari mereka. Maka dari itu, momentum penilaian ini menjadi sarana efektif untuk mempererat tali persaudaraan antar generasi di Desa Abiansemal. Akhirnya, seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan sangat tertib meskipun ribuan pasang mata terus berdatangan untuk menonton.
Sebagai kesimpulan, dedikasi luar biasa dari ST. Yowana di Banjar Latu Sari merupakan inspirasi nyata bagi pelestarian seni budaya. Oleh karena itu, mari kita tunggu bersama hasil keputusan dewan juri untuk menentukan siapa perwakilan terbaik dari Zona 2.