Bagi sebagian orang, membayangkan pilot tidur saat menerbangkan pesawat di ketinggian 35.000 kaki mungkin terdengar menakutkan. Namun, tahukah Anda bahwa istirahat di dalam kokpit sebenarnya adalah bagian dari prosedur keselamatan yang sangat ketat?
Kelelahan (fatigue) adalah salah satu risiko terbesar dalam dunia penerbangan. Itulah sebabnya, otoritas penerbangan dunia mengizinkan pilot untuk tidur selama penerbangan dengan aturan yang sangat spesifik.
Bagaimana Cara Pilot Tidur dengan Aman?
Ada dua metode utama yang digunakan agar pilot tetap bugar tanpa mengorbankan keselamatan penerbangan:
1. Penambahan Kru pada Penerbangan Jarak Jauh (Augmented Crew)
Pada rute internasional atau penerbangan berdurasi panjang (lebih dari 8–10 jam), maskapai biasanya menugaskan 3 hingga 4 pilot.
- Sistem Rotasi: Saat dua pilot mengendalikan pesawat di kokpit, pilot lainnya diperbolehkan istirahat total.
- Fasilitas Khusus: Pesawat besar biasanya dilengkapi dengan Crew Rest Compartment (CRC), yakni ruangan tersembunyi dengan tempat tidur khusus yang terpisah dari kabin penumpang.
2. Istirahat Terkendali (Controlled Rest)
Pada penerbangan jarak pendek atau menengah dengan hanya dua pilot, terdapat prosedur yang disebut Controlled Rest.
- Satu Pilot Terjaga: Salah satu pilot diizinkan tidur singkat (biasanya 20–45 menit) di kursi kokpit.
- Syarat Ketat: Pilot lainnya harus dalam kondisi terjaga penuh (fully alert) dan memegang kendali penuh. Kru kabin juga akan diinfokan agar melakukan pengecekan berkala ke kokpit untuk memastikan pilot yang terjaga tetap sadar.
Mengapa Prosedur Ini Justru Menambah Keselamatan?
Banyak orang mengira ini adalah kelalaian, padahal sebaliknya. Inilah alasannya:
- Mencegah Micro-sleep: Tidur yang terencana jauh lebih aman daripada pilot tidak sengaja tertidur karena kelelahan saat fase kritis seperti mendarat.
- Fokus Maksimal saat Landing: Dengan power nap yang terkontrol, pilot akan memiliki konsentrasi yang jauh lebih tajam saat harus melakukan prosedur pendaratan yang rumit.
- Kesehatan Mental & Fisik: Menjaga ritme sirkadian pilot membantu mereka membuat keputusan yang lebih akurat dalam situasi darurat.
Kesimpulan
Jadi, jika Anda mendengar bahwa pilot Anda tidur saat di udara, jangan panik! Itu adalah bagian dari manajemen kelelahan yang profesional. Semua sudah diatur dengan prosedur teknis yang matang demi menjamin Anda sampai di tujuan dengan selamat.
Fakta Menarik: Ruang istirahat pilot di pesawat besar seperti Boeing 787 atau Airbus A350 letaknya seringkali tersembunyi di atas kabin penumpang, lengkap dengan bantal dan selimut!