Bangkal Gajendra adalah ogoh-ogoh yang diusung oleh Sekaa Gong Banjar Batanbuah, Abiansemal, dengan konsep kuat bertajuk “Api Pikiran”. Karya ini merepresentasikan simbol amarah, ego, dan gejolak batin manusia yang membara jika tidak dikendalikan.
Dalam tradisi Ogoh-ogoh Bali, setiap karya bukan hanya patung raksasa, melainkan media refleksi spiritual menjelang Hari Raya Nyepi.
Apa Itu Bangkal Gajendra?
Bangkal Gajendra merupakan representasi sosok raksasa (bhuta kala) yang menggambarkan kekuatan besar, liar, dan destruktif. Nama “Gajendra” sendiri identik dengan makna kekuatan besar, sementara “Bangkal” memberi nuansa kekokohan dan keberanian.
Ogoh-ogoh ini menjadi simbol dari “Api Pikiran”—api yang bukan berasal dari luar, tetapi dari dalam diri manusia.
Makna Filosofis “Api Pikiran”
Konsep Api Pikiran memiliki makna mendalam dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali:
- Api sebagai simbol amarah dan ego
- Pikiran sebagai pusat pengendali diri
- Perpaduan keduanya melambangkan konflik batin manusia
Melalui karya ini, Sekaa Gong Banjar Batanbuah ingin menyampaikan pesan bahwa pikiran yang tidak terkendali bisa menjadi api yang membakar diri sendiri.
Menjelang Nyepi, masyarakat melakukan prosesi pengerupukan untuk menetralisir unsur negatif (bhuta kala). Dalam konteks ini, Bangkal Gajendra menjadi simbol energi negatif yang dilepaskan.
Siapa Itu Sekaa Gong Banjar Batanbuah Abiansemal?
Sekaa Gong Banjar Batanbuah adalah kelompok seni tradisional yang aktif dalam pelestarian budaya Bali, khususnya seni tabuh dan ogoh-ogoh di wilayah Abiansemal, Badung.
Abiansemal sendiri merupakan bagian dari Abiansemal yang dikenal aktif melahirkan karya ogoh-ogoh kreatif dan inovatif setiap tahunnya.
Partisipasi mereka dalam tradisi ogoh-ogoh bukan sekadar kompetisi, tetapi bentuk gotong royong, solidaritas STT, dan penguatan identitas budaya.
Mengapa Ogoh-Ogoh Penting dalam Tradisi Bali?
Ogoh-ogoh adalah bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi yang dirayakan umat Hindu di Bali.
Fungsinya antara lain:
- Sarana simbolis mengusir energi negatif
- Media edukasi nilai moral dan spiritual
- Wadah kreativitas generasi muda
- Penguat solidaritas banjar
Setiap detail ogoh-ogoh—mulai dari ekspresi wajah, ornamen api, hingga posisi tubuh—memiliki pesan tersirat.
Keunikan Bangkal Gajendra
Beberapa hal yang menjadi daya tarik karya ini:
- Konsep filosofis yang kuat: Api Pikiran
- Visual garang dan penuh energi
- Detail artistik yang mencerminkan emosi membara
- Keterlibatan penuh krama banjar dalam proses pembuatan
Ogoh-ogoh ini bukan sekadar patung raksasa, melainkan media refleksi diri: sudahkah kita mengendalikan “api” dalam pikiran kita?
Penutup
Bangkal Gajendra karya Sekaa Gong Banjar Batanbuah Abiansemal adalah refleksi visual tentang pentingnya mengendalikan pikiran. Api terbesar bukanlah yang membakar hutan—melainkan yang menyala dalam diri manusia.
Ogoh-ogoh ini mengingatkan kita bahwa sebelum memasuki keheningan Nyepi, kita perlu lebih dulu menenangkan “api pikiran” dalam diri.