Tradisi Mesulub Puri Gede Belayu dalam Upacara Sakral

Tradisi yang berlangsung di lingkungan Puri Gede Belayu ini menjadi bagian penting dari rangkaian upacara kematian masyarakat Bali. Dalam prosesi tersebut, anggota keluarga inti berjalan melewati bagian bawah jenazah setelah prosesi pemandian selesai dilakukan. Ritual ini sarat makna spiritual serta menjadi simbol penghormatan terakhir kepada almarhum.

Dalam ajaran Hindu Bali, kematian dipahami sebagai bagian dari siklus kehidupan. Prosesi mesulub mencerminkan nilai keikhlasan, bakti, dan pelepasan emosional agar roh yang berpulang dapat melanjutkan perjalanan menuju alam leluhur dengan tenang.

Makna Spiritual dan Filosofis

Tradisi Mesulub Puri Gede tidak hanya dimaknai sebagai adat turun-temurun, tetapi juga sebagai proses penyucian diri. Anak dan cucu yang mengikuti prosesi ini diyakini membersihkan batin dari kesedihan berlebih yang dapat menghambat perjalanan roh.

Ritual ini juga menunjukkan keseimbangan antara dunia sekala (nyata) dan niskala (spiritual). Nilai tersebut sejalan dengan falsafah kehidupan masyarakat Bali yang menjunjung harmoni dan keselarasan. Di wilayah Tabanan, tradisi ini masih dijaga dengan tata cara yang tertib sesuai pakem leluhur.

Nilai Sosial dan Budaya

Selain aspek spiritual, prosesi ini mempererat hubungan keluarga besar. Setiap anggota keluarga terlibat aktif dalam rangkaian upacara, memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas. Lingkungan puri sebagai pusat budaya memiliki peran penting dalam menjaga kemurnian tata cara upacara adat.

Bagi masyarakat Bali, ritual kematian bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi tentang kehidupan, bakti kepada orang tua, dan penghormatan terhadap leluhur. Tradisi yang dijalankan di Puri Gede Belayu menjadi contoh bagaimana nilai budaya tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

By arik

Leave a Reply