Ada rasa yang selalu berhasil bawa kita pulang…
Sepiring hangat dengan lauk yang dimasak penuh cerita, di Tempo Dulu Kopi makan bukan cuma soal kenyang… tapi soal menikmati waktu. Duduk lebih lama, ngobrol lebih lepas, dan biarkan tiap suapan jadi pengingat kalau rasa rumahan selalu punya tempat di hati.
Berlokasi di kawasan Kesiman, Denpasar, Tempo Dulu Kopi menghadirkan suasana nyaman berpadu dengan sajian khas rumahan yang akrab di lidah. Cocok untuk santai sore, makan malam bersama keluarga, atau sekadar melepas penat setelah seharian beraktivitas.
Kenapa Rasa Rumahan Selalu Bikin Kangen?
Apa yang Dimaksud dengan Rasa Rumahan?
Rasa rumahan adalah cita rasa masakan yang sederhana, hangat, dan penuh kenangan. Biasanya identik dengan bumbu yang tidak berlebihan, penyajian hangat, dan suasana makan yang santai.
Mengapa Banyak Orang Mencari Tempat Makan dengan Konsep Seperti Ini?
Karena makan bukan hanya tentang rasa, tapi juga pengalaman. Tempat dengan konsep rumahan memberikan:
- Rasa nyaman seperti makan di rumah sendiri
- Porsi yang mengenyangkan dan memuaskan
- Harga yang tetap bersahabat
- Suasana yang mendukung untuk ngobrol lebih lama
Apa yang Bisa Ditemukan di Tempo Dulu Kopi?
1. Menu Makanan Hangat yang Menggugah Selera
Dari lauk sederhana hingga menu khas yang bikin nostalgia, setiap hidangan dimasak dengan perhatian pada rasa dan kualitas bahan. Cocok untuk kamu yang ingin menikmati makan siang atau makan malam tanpa rasa terburu-buru.
2. Tempat Nongkrong dengan Nuansa Tenang
Interior yang nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama. Baik untuk kerja santai, kumpul teman, atau quality time bersama keluarga.
3. Lokasi Strategis di Denpasar
Berada di:
Jl. Noja No.23, Kesiman Petilan
Buka setiap hari: 08.00 – 23.30
Lokasinya mudah dijangkau dan menjadi salah satu pilihan tempat makan di Denpasar Timur yang cocok untuk berbagai suasana.
Menikmati Waktu Lewat Sepiring Cerita
Kadang yang kita cari bukan sekadar makanan enak, tapi momen untuk berhenti sejenak. Duduk lebih lama, berbagi cerita, dan menikmati rasa yang akrab.
Karena pada akhirnya, selalu ada rasa yang berhasil membawa kita pulang.