Sekilas terdengar mustahil. Pesawat berbobot puluhan hingga ratusan ton — tapi pesawat bisa mengapung di air? Saat terjadi pendaratan darurat di laut atau danau, pesawat tidak selalu langsung tenggelam. Bahkan, banyak pesawat modern memang dirancang agar bisa mengapung sementara untuk memberi waktu evakuasi.
Proses pendaratan darurat di air ini disebut ditching, dan pilot dilatih khusus untuk melakukannya. Berikut penjelasannya.
Apa Itu Ditching?
Ditching adalah prosedur pendaratan darurat di permukaan air ketika pesawat tidak bisa mencapai landasan.
Salah satu contoh paling terkenal adalah insiden US Airways Flight 1549 yang mendarat di Sungai Hudson tahun 2009 dan seluruh penumpangnya selamat.
Peristiwa itu menunjukkan bahwa pesawat memang bisa mengapung — setidaknya untuk sementara waktu.
1. Desain Fuselage Kedap Air
Badan pesawat (fuselage) dirancang tertutup rapat dan cukup kuat.
Saat mendarat di air:
- Udara di dalam kabin terperangkap
- Udara tersebut membantu menciptakan daya apung
- Pesawat bertindak seperti “tabung besar” yang mengapung
Mirip prinsip kapal, tetapi tidak sepenuhnya sama karena pesawat bukan dirancang untuk berlayar lama.
Kemampuan ini hanya bersifat sementara — tergantung kondisi air dan kerusakan struktur.
2. Sayap & Struktur Ringan
Sayap pesawat memiliki:
- Tangki bahan bakar
- Ruang kosong berisi udara
- Struktur berbahan aluminium dan komposit ringan
Selama tangki dan struktur tidak langsung bocor besar, ruang udara ini membantu mempertahankan daya apung.
Pesawat modern dari produsen seperti Boeing dan Airbus menggunakan material ringan namun kuat, yang membuat pesawat tidak langsung tenggelam setelah menyentuh air.
3. Pelampung Darurat & Sistem Evakuasi
Selain desain struktur, ada juga sistem keselamatan tambahan.
Pintu darurat pesawat dilengkapi:
- Slide yang bisa berubah menjadi perahu karet (raft)
- Perlengkapan keselamatan laut
- Life vest di bawah kursi
Tujuannya sederhana:
Memberi waktu ekstra untuk evakuasi sebelum pesawat kehilangan daya apung.
Karena itulah kru kabin selalu menekankan prosedur keselamatan sebelum lepas landas.
Tidak Semua Pesawat Sama
Penting untuk dipahami:
- Tidak semua pesawat memiliki kemampuan mengapung dalam durasi yang sama
- Kondisi laut (ombak, arus, cuaca) sangat berpengaruh
- Kerusakan struktur saat mendarat bisa mempercepat tenggelam
Jika struktur rusak parah atau ombak tinggi, pesawat bisa tenggelam lebih cepat.
Karena itu, evakuasi cepat adalah prioritas utama.
Kenapa Bisa Mengapung Meski Berat?
Bukan soal berat semata.
Selama volume udara yang terperangkap di dalam badan pesawat cukup besar dan belum terisi air, pesawat masih memiliki daya apung sesuai prinsip fisika (gaya apung).
Begitu air mulai masuk dan menggantikan udara, daya apung berkurang — dan pesawat akan perlahan tenggelam.
Jadi ya, Pesawat Bisa
Pesawat memang tidak dirancang untuk menjadi kapal.
Namun dalam kondisi darurat, desain modern memungkinkan pesawat:
✔ Mengapung sementara
✔ Memberi waktu evakuasi
✔ Menjaga peluang keselamatan tetap tinggi
Fakta ini menunjukkan bahwa dunia penerbangan selalu mempertimbangkan skenario terburuk sekalipun.
Jadi, meskipun terdengar mengejutkan — ya, pesawat bisa mengapung di air… setidaknya cukup lama untuk menyelamatkan nyawa.