Persistensi gigi susu adalah kondisi ketika gigi susu masih bertahan di dalam mulut dan belum tanggal, sementara gigi tetap yang seharusnya menggantikannya sudah mulai tumbuh. Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada anak usia sekolah dasar ketika masa pergantian gigi sedang berlangsung.

Secara normal, gigi susu akan tanggal dengan sendirinya saat akar gigi tersebut mengalami resorpsi atau penyusutan. Namun pada kasus persistensi, proses ini tidak berjalan sempurna sehingga gigi susu tetap bertahan meskipun gigi permanen sudah muncul.


Mengapa Persistensi Gigi Perlu Diwaspadai?

Persistensi gigi bukan hanya masalah sepele. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan gigi berjejal. Gigi tetap yang tumbuh tidak memiliki ruang yang cukup sehingga dapat muncul di posisi yang tidak semestinya, misalnya di depan atau di belakang gigi susu.

Akibatnya, susunan gigi menjadi tidak rapi dan dapat memengaruhi fungsi mengunyah maupun kebersihan mulut. Gigi yang tumbuh tidak pada tempatnya juga lebih sulit dibersihkan, sehingga berisiko meningkatkan penumpukan plak dan masalah kesehatan gigi lainnya.


Kapan Orang Tua Harus Waspada?

Orang tua perlu memperhatikan fase pergantian gigi anak, khususnya saat anak berada di usia sekolah dasar. Jika terlihat gigi tetap sudah tumbuh tetapi gigi susu belum goyang atau belum tanggal, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.

Pemeriksaan dini membantu mencegah masalah susunan gigi yang lebih kompleks di kemudian hari. Dalam beberapa kasus, dokter gigi mungkin menyarankan pencabutan gigi susu agar gigi tetap dapat tumbuh di posisi yang benar.


Pentingnya Pemeriksaan Gigi Secara Rutin

Kontrol gigi secara rutin sangat dianjurkan selama masa pertumbuhan anak. Dengan pemeriksaan berkala, kondisi seperti persistensi gigi dapat terdeteksi lebih awal dan ditangani dengan tepat.

Penanganan yang cepat dan tepat akan membantu menjaga susunan gigi tetap rapi serta mendukung kesehatan gigi dan mulut anak dalam jangka panjang.

Leave a Reply