ST.seterima Semaga Penatih menghadirkan karya ogoh-ogoh bertajuk POLO MBUH dengan konsep transformasi dan kebebasan berpikir. Karya ini menggambarkan keberanian keluar dari keterbatasan serta melihat dunia dari perspektif yang lebih luas. Proses pengerjaan telah mencapai 80% dan terus disempurnakan agar tampil maksimal saat pawai berlangsung.
Melalui karya ini, sekaa teruna dari Banjar Semaga Penatih ingin menyampaikan pesan reflektif tentang perjalanan hidup, perubahan, serta kesadaran diri dalam menghadapi dinamika zaman.
Makna Filosofi POLO MBUH
Konsep yang diangkat oleh ST.seterima Semaga Penatih melambangkan fase kebangkitan dan transformasi. Visual ogoh-ogoh dibuat dengan ekspresi kuat dan gestur dinamis sebagai simbol perubahan.
Pesan yang terkandung di dalamnya meliputi:
- Keberanian meninggalkan zona nyaman
- Kesadaran melihat realitas secara lebih luas
- Proses pendewasaan dalam menentukan pilihan
- Transformasi menuju pribadi yang lebih tangguh
Pendekatan ini menunjukkan bahwa ogoh-ogoh bukan hanya karya visual, tetapi juga media penyampaian ide dan filosofi.
Proses Kreatif dan Kolaborasi Tim
Dalam proses pengerjaan, anggota bekerja secara kolektif dengan pembagian tugas yang terstruktur. Mulai dari pembuatan rangka, pembentukan karakter, hingga tahap pewarnaan dilakukan secara detail.
Sebagai bagian dari tradisi menjelang Nyepi, karya ini menjadi bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga budaya Bali. Melalui proses tersebut, ST.seterima Semaga Penatih membuktikan bahwa kreativitas dan tradisi dapat berjalan beriringan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, ST.seterima Semaga Penatih berhasil menghadirkan POLO MBUH sebagai simbol transformasi dan keberanian. Dengan progres yang hampir rampung, karya ini menjadi representasi semangat yowana dalam melestarikan budaya sekaligus menghadirkan pesan yang relevan bagi masyarakat modern.