Apa Itu STT Yowana Satya Pesangkan?

STT Yowana Satya Pesangkan merupakan organisasi Sekaa Teruna Teruni (STT) yang aktif di wilayah Pesangkan, Bali. Dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, organisasi ini mengusung tema “Klasik Lebih Asik” sebagai bentuk pelestarian budaya tradisional yang tetap relevan di era modern.

Melalui semangat kebersamaan dan kreativitas, generasi muda di Pesangkan menunjukkan bahwa nilai adat dan budaya tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kegiatan mereka.


Makna Tema “Klasik Lebih Asik”

Tema ini mengandung pesan bahwa budaya klasik Bali tidak pernah kehilangan pesonanya. Justru dalam kesederhanaannya, nilai tradisi memiliki makna mendalam dan identitas yang kuat.

Beberapa unsur yang ditonjolkan antara lain:

  • Busana bernuansa tradisional
  • Sentuhan kain dan warna khas Bali
  • Nuansa adat yang tetap dijaga
  • Sikap sederhana namun elegan

Konsep tersebut membuktikan bahwa klasik bukan berarti kuno, melainkan warisan yang layak dibanggakan.


Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya

Sebagai organisasi kepemudaan, STT di Pesangkan berperan penting dalam mendukung kegiatan adat, sosial, dan budaya. Momentum Caka 1948 menjadi ajang untuk mempererat solidaritas serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap tradisi lokal.

Semangat “Dijebaning Anggo” yang diusung mencerminkan kebersamaan dan komitmen menjaga identitas desa.


Mengapa Kegiatan Ini Penting?

Beberapa alasan utama kegiatan ini memiliki nilai besar:

  1. Menjadi wadah kreativitas generasi muda
  2. Memperkuat solidaritas antar anggota
  3. Melestarikan budaya Bali secara berkelanjutan
  4. Menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Pesangkan

Dengan konsep klasik yang kuat, kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi juga bentuk komitmen menjaga budaya agar tetap hidup di masa depan.


Kesimpulan

Kehadiran STT Yowana Satya Pesangkan dalam perayaan Caka 1948 menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjaga keseimbangan antara tradisi dan perkembangan zaman. Melalui tema “Klasik Lebih Asik”, Pesangkan membuktikan bahwa budaya klasik tetap relevan, bermakna, dan membanggakan.

Leave a Reply