Pernah merasa kontenmu bagus tapi terasa “tidak punya karakter”?
Bisa jadi masalahnya ada di brand voice.

Gaya komunikasi brand bukan sekadar cara menulis caption, tapi cara brand membangun identitas dan emosi di mata audiens.

Lalu, bagaimana cara memilih gaya brand yang tepat?


Apa Itu Brand Voice?

Brand voice adalah gaya bahasa dan nada komunikasi yang konsisten digunakan sebuah brand.

Brand voice menentukan:

  • Bagaimana audiens merasakan kepribadian brand
  • Seberapa dekat brand dengan target pasar
  • Citra profesional atau santai yang ingin dibangun

Singkatnya, brand voice adalah “cara brand berbicara”.


3 Gaya yang Paling Umum

1. Gaya Santai

Cocok untuk brand yang ingin terlihat:

  • Ramah
  • Dekat
  • Kekinian
  • Mudah didekati

Biasanya digunakan oleh:

  • UMKM
  • Brand fashion
  • Kreator konten
  • Produk lifestyle

Contoh kalimat:

“Yuk, mulai hari ini dengan semangat!”

Kelebihan:

  • Mudah relatable
  • Terasa human
  • Cepat membangun kedekatan

2. Gaya Serius

Cocok untuk brand yang ingin terlihat:

  • Profesional
  • Tegas
  • Kredibel
  • Formal

Biasanya digunakan oleh:

  • Bidang hukum
  • Keuangan
  • Konsultan
  • Layanan korporat

Contoh kalimat:

“Kami berkomitmen menjaga kepercayaan Anda.”

Kelebihan:

  • Meningkatkan kepercayaan
  • Terlihat expert
  • Cocok untuk industri sensitif

3. Gaya Edukatif

Cocok untuk brand yang ingin:

  • Memberi nilai tambah
  • Membagikan insight
  • Menjadi sumber informasi

Biasanya digunakan oleh:

  • Personal branding
  • Edukator
  • Coach
  • Content creator

Contoh kalimat:

“Tahukah kamu? Post yang sering disimpan adalah yang edukatif.”

Kelebihan:

  • Meningkatkan authority
  • Mendorong save & share
  • Membangun audiens loyal

Bagaimana Cara Memilih Gaya Brand yang Tepat?

Berikut 3 langkah sederhana:

1. Pahami Audiensmu

Tanya pada diri sendiri:

  • Siapa target marketku?
  • Usia berapa?
  • Mereka lebih suka komunikasi santai atau formal?

2. Sesuaikan dengan Produk atau Jasa

Produk premium biasanya butuh tone lebih elegan.
Produk anak muda bisa lebih fleksibel dan playful.

3. Gunakan Secara Konsisten

Brand voice harus:

  • Konsisten di Instagram
  • Konsisten di website
  • Konsisten di email & promosi

Konsistensi = branding kuat.


Kenapa Brand Voice Itu Penting?

Karena gaya bahasa bukan sekadar kata-kata.
Ia membentuk persepsi.

Audiens tidak hanya membeli produk.
Mereka membeli rasa, kepercayaan, dan koneksi.


Tidak Ada yang Paling Benar

Santai, serius, atau edukatif?
Tidak ada yang paling benar.

Yang paling tepat adalah yang:
✔️ Sesuai audiens
✔️ Selaras dengan produk
✔️ Konsisten digunakan

Mulai sekarang, jangan asal bikin caption.
Tentukan dulu cara brand-mu “berbicara”.

Karena brand yang kuat bukan cuma terlihat bagus—
tapi juga terdengar konsisten. ✨

By theo

Leave a Reply