Mengapa ada yang mengatakan “pulang ke Badung” padahal tujuan Denpasar?
Ungkapan tersebut dihapus pada sejarah administrasi di Bali. Sebelum tahun 1992, wilayah yang kini dikenal sebagai Kota Denpasar masih menjadi bagian dari Kabupaten Badung. Oleh karena itu, masyarakat pada masa tersebut terbiasa menyebut seluruh kawasan tersebut dengan sebutan “Badung”.
Kebiasaan itu terus terbawa hingga sekarang, terutama di kalangan generasi yang tumbuh sebelum perubahan status wilayah terjadi.
Kapan Denpasar resmi menjadi kota sendiri?
Denpasar resmi menjadi daerah otonom terpisah dari Kabupaten Badung pada tahun 1992. Sejak saat itu, Denpasar memiliki pemerintahan kota sendiri dan tidak lagi berada di bawah pemerintahan Kabupaten Badung.
Perubahan ini menjadikan Denpasar sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan aktivitas utama di Provinsi Bali.
Apa perbedaan Kabupaten Badung dan Kota Denpasar saat ini?
1. Kabupaten Badung
Wilayahnya mencakup sejumlah kawasan strategis dan destinasi wisata populer seperti Kuta, Jimbaran, dan Nusa Dua. Kabupaten Badung dikenal sebagai pusat industri pariwisata Bali.
2. Kota Denpasar
Denpasar merupakan ibu kota Provinsi Bali dan berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, serta perdagangan. Secara administratif, Denpasar berdiri sendiri dan terpisah dari Kabupaten Badung.
Mengapa kebiasaan yang menyebut “Badung” masih bertahan?
Bahasa sehari-hari sering kali lebih lambat dibandingkan kebijakan administratif. Bagi generasi lama, penyebutan “Badung” sudah menjadi kebiasaan yang melekat puluhan tahun sebelum Denpasar berdiri sebagai kota otonom.
Selain itu, perubahan administratif tidak selalu langsung mengubah pola komunikasi masyarakat. Faktor budaya, kebiasaan keluarga, dan lingkungan sosial turut mempertahankan istilah lama tersebut.
Apakah itu salah penyebutan?
Tidak. Penyebutan tersebut merupakan jejak sejarah yang masih hidup dalam percakapan sehari-hari. Ini menunjukkan bagaimana perubahan wilayah administratif tidak serta menghapus ingatan kolektif masyarakat.