Apa Itu Proses Ogoh Ogoh Br Kung Dalung 2026?
Proses Ogoh Ogoh Br Kung Dalung 2026 merupakan rangkaian kegiatan pembuatan ogoh-ogoh yang dilakukan oleh pemuda Banjar Kung, Dalung, menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka. Kegiatan ini dilaksanakan oleh STT Dharma Winangun sebagai bentuk pelestarian tradisi dan kreativitas generasi muda.
Ogoh-ogoh sendiri merupakan simbol Bhuta Kala yang diarak pada malam pengerupukan sebelum Nyepi. Tradisi ini menjadi bagian penting dari budaya Bali, khususnya di wilayah Badung.
Bagaimana Tahapan Pembuatan Ogoh-Ogoh?
Dalam Proses Ogoh Ogoh Br Kung Dalung 2026, terdapat beberapa tahapan utama yang dilakukan secara gotong royong:
1. Perencanaan Konsep
Tahap awal dimulai dengan diskusi konsep dan desain. Tim kreatif menentukan karakter, tema, serta pesan yang ingin disampaikan melalui ogoh-ogoh.
Biasanya, desain menampilkan tokoh menyeramkan dengan detail ukiran dan ornamen khas Bali.
2. Pembuatan Rangka
Rangka dibuat menggunakan bahan yang kuat namun tetap ringan agar mudah diarak. Banyak banjar kini mulai menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi limbah.
3. Pembentukan dan Detail
Setelah rangka selesai, proses dilanjutkan dengan pembentukan tubuh, wajah, serta ornamen. Detail seperti mahkota, aksesoris emas, dan ekspresi wajah dibuat dengan teliti agar tampilan lebih hidup dan dramatis.
4. Pewarnaan dan Finishing
Tahap akhir adalah pengecatan dan finishing. Kombinasi warna gelap, emas, dan kontras tinggi sering digunakan untuk menonjolkan kesan mistis dan kuat.
Mengapa Proses Ini Penting bagi Pemuda Banjar?
Proses Ogoh Ogoh Br Kung Dalung 2026 bukan hanya tentang membuat patung besar, tetapi juga tentang membangun kebersamaan. Kegiatan ini mempererat solidaritas antar anggota STT dan melatih tanggung jawab generasi muda terhadap tradisi.
Beberapa nilai penting yang terkandung dalam proses ini antara lain:
- Gotong royong
- Kreativitas seni
- Disiplin dan kerja tim
- Pelestarian budaya lokal
Melalui kegiatan ini, pemuda tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga memahami makna adat dan filosofi di balik ogoh-ogoh.
Apakah Menggunakan Konsep Ramah Lingkungan?
Seiring perkembangan zaman, banyak banjar mulai mengadopsi konsep ogoh-ogoh ramah lingkungan. Penggunaan bahan yang lebih mudah terurai menjadi perhatian agar tradisi tetap berjalan tanpa merusak lingkungan.
Hal ini menunjukkan bahwa tradisi dapat beradaptasi dengan isu modern tanpa kehilangan nilai budayanya.
Kesimpulan
Proses Ogoh Ogoh Br Kung Dalung 2026 menjadi bukti bahwa tradisi tetap hidup melalui peran aktif generasi muda. Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas, STT Dharma Winangun menunjukkan komitmen dalam menjaga warisan budaya Bali.
Kegiatan ini bukan hanya persiapan menjelang Nyepi, tetapi juga wujud nyata pelestarian seni dan identitas lokal di wilayah Dalung, Badung.