Drestalango Pecatu Culture Fest kembali hadir sebagai salah satu perhelatan budaya paling dinantikan di Bali menjelang hari raya Nyepi Caka 1948. Sebagai wadah kreativitas pemuda, Drestalango Pecatu Culture Fest tahun ini mengusung konsep yang lebih menawan dan sakral, menjanjikan pengalaman visual yang mendalam bagi setiap pengunjung yang hadir di Lapangan Kuru Setra, Pecatu.

Apa Itu Drestalango Pecatu Culture Fest?

Event ini merupakan festival budaya tahunan yang berfokus pada pelestarian tradisi Bali, khususnya dalam menyambut pergantian tahun Saka. Fokus utama dari kegiatan ini adalah pameran Ogoh-ogoh maha karya dari para seniman lokal Pecatu. Bukan sekadar patung raksasa, Ogoh-ogoh yang ditampilkan adalah representasi nilai estetika tinggi yang dibalut dengan pakem-pakem spiritualitas yang kental.

Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan

Pastikan Anda melingkari kalender agar tidak melewatkan momen sakral ini. Festival akan berlangsung selama tiga hari dengan detail sebagai berikut:

  • Tanggal: 17, 18, dan 20 Maret 2026.
  • Lokasi: Lapangan Kuru Setra, Pecatu, Badung, Bali.

Pemilihan Lapangan Kuru Setra sebagai lokasi acara memberikan nuansa yang luas dan ikonik, memudahkan akses bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyaksikan langsung kemegahan budaya Bali Selatan.

Mengapa Anda Harus Datang?

Ada alasan kuat mengapa festival ini menggunakan slogan “Sing Main-Main” (Tidak Main-main). Kualitas Ogoh-ogoh di wilayah Pecatu dan Kuta Selatan terkenal memiliki detail anatomi yang luar biasa serta penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan. Di sini, Anda tidak hanya melihat pameran, tetapi juga merasakan denyut nadi kehidupan pemuda Bali (Sekaa Teruna Teruni) yang bersatu menjaga warisan leluhur.

Selain pameran seni rupa, festival ini biasanya menyuguhkan berbagai atraksi budaya dan stand kuliner lokal yang akan memanjakan lidah Anda. Suasana malam di Pecatu yang magis akan menambah kesan mendalam saat lampu-lampu sorot mulai menyinari detail demi detail ukiran pada badan Ogoh-ogoh yang dipamerkan.

Persiapan Menuju Nyepi Caka 1948

Drestalango Pecatu menjadi ajang “pemanasan” sebelum puncaknya pada malam Pengerupukan. Pengunjung diharapkan tetap menjaga ketertiban, menghormati nilai-nilai lokal, dan mengikuti arahan panitia serta Pecalang setempat selama berada di area festival. Ini adalah kesempatan emas untuk mengabadikan momen budaya yang autentik sebelum Bali hening dalam kesunyian Nyepi.

Jangan sampai ketinggalan untuk menjadi saksi kebangkitan kreativitas tanpa batas di ujung selatan pulau Dewata!

Leave a Reply