Mengapa Gianyar Disebut Gumi Seni?
Gianyar Gumi Seni Bali merupakan julukan yang lahir dari kekuatan tradisi dan kreativitas masyarakatnya. Secara bahasa, Gumi berarti wilayah atau tanah, sedangkan Seni berarti kesenian. Oleh karena itu, sebutan ini menggambarkan Gianyar sebagai tanah yang subur bagi pertumbuhan seni dan budaya.
Sejak dahulu, Kabupaten Gianyar dikenal sebagai tempat lahirnya banyak seniman berbakat. Bahkan hingga kini, aktivitas berkesenian tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya sebagai ekspresi budaya, seni juga menjadi identitas daerah yang melekat kuat.
Desa-Desa Sentra Kerajinan Terkenal
Berbagai desa di Gianyar memiliki spesialisasi kerajinan yang berbeda. Misalnya, Batubulan terkenal dengan seni patung batu serta pertunjukan Tari Barong yang ikonik. Sementara itu, Celuk dikenal luas sebagai pusat kerajinan perak dan emas berkualitas ekspor.
Selain itu, Sukawati populer dengan pasar seni dan lukisan khas Bali. Di sisi lain, Mas menjadi sentra ukiran kayu yang detail dan bernilai tinggi. Tak kalah menarik, Tegallalang memadukan kerajinan seni dengan panorama sawah terasering yang memikat wisatawan.
Dengan keberagaman tersebut, Gianyar Gumi Seni Bali semakin dikenal sebagai pusat kerajinan paling lengkap di Pulau Dewata.
Ragam Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
Tidak hanya unggul dalam kerajinan, Gianyar juga kaya akan seni pertunjukan. Contohnya, Tari Barong, Tari Topeng, dan Tari Legong berkembang pesat di wilayah ini. Lebih lanjut, seni karawitan atau gamelan selalu mengiringi berbagai upacara adat maupun pertunjukan budaya.
Di bidang seni rupa, kawasan Ubud menjadi pusat seni lukis yang mendunia. Banyak galeri dan museum berdiri di sana. Karena itu, Ubud sering disebut sebagai jantung seni Bali yang memperkuat citra Gianyar Gumi Seni Bali di mata internasional.
Warisan Turun-Temurun dan Pengakuan Dunia
Pada dasarnya, sebagian besar masyarakat Gianyar menggantungkan hidup pada sektor seni dan kerajinan. Keahlian tersebut diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Dengan demikian, seni tidak pernah terpisah dari kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat setempat.
Sebagai bentuk pengakuan global, pada tahun 2018 Gianyar memperoleh predikat “Kota Kerajinan Dunia” dari World Craft Council. Penghargaan ini semakin menegaskan posisi Gianyar Gumi Seni Bali sebagai pusat seni dan kerajinan bertaraf internasional.
Melalui kekuatan tradisi, kreativitas masyarakat, serta dukungan berbagai pihak, identitas Gianyar sebagai Gumi Seni terus terjaga dan berkembang dari masa ke masa.