Ogoh-ogoh Br Sasih kini telah memasuki fase penyelesaian yang sangat krusial dan mendalam. Saat ini, waktu pengerjaan hanya tersisa H-12 menjelang malam Pengerupukan Nyepi Caka 1948 di Kota Denpasar. Momentum ini pun menjadi sangat emosional bagi seluruh anggota STT. Dharma Subhiksa di Banjar Sasih, Panjer. Dedikasi kolektif selama berbulan-bulan mulai menampakkan hasil akhirnya yang sangat megah, gagah, dan artistik.

Dengan memegang teguh semangat “Nikmati proses yang ada”, pengerjaan karya seni ini bukan sekadar untuk mengejar kemenangan dalam ajang perlombaan. Sebaliknya, proses kreatif ini merupakan wujud nyata dari kreativitas pemuda lokal Bali dalam menjaga serta melestarikan tradisi luhur yang sudah ada sejak lama.

Detail Visual Luar Biasa Ogoh-ogoh Br Sasih

Dalam tahap pengerjaan terkini yang terpantau di balai banjar, Ogoh-ogoh Br Sasih menampilkan struktur anatomi yang sangat kompleks. Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi, terlihat kerangka dasar yang menjulang tinggi dengan penggunaan penyangga besi yang sangat kokoh. Penyangga tersebut berfungsi secara vital untuk menopang beban figur raksasa agar tetap stabil saat diarak mengelilingi desa nanti.

Selain struktur yang kuat, salah satu figur utama tampak sangat menonjol dengan balutan warna hijau pekat yang ikonik. Pemilihan warna ini memberikan kesan karakter yang sangat kuat, berwibawa, sekaligus memiliki aura misterius yang ekspresif bagi siapa pun yang melihatnya.

Keunggulan Kreatif Ogoh-ogoh Br Sasih Tahun Ini:

  • Struktur Bertingkat: Penggunaan kerangka tinggi menunjukkan kerumitan teknis yang sangat matang dan terencana dengan baik.
  • Teknik Pewarnaan: Gradasi warna pada figur hijau menciptakan efek tekstur kulit yang tampak hidup, nyata, dan memiliki dimensi kedalaman.
  • Detail Karakter: Adanya figur dengan banyak lengan (multi-arms) memperkuat narasi filosofis serta mitologis dari karakter yang diangkat tahun ini.
  • Material Ramah Lingkungan: Sesuai dengan arahan pemerintah, pengerjaan mahakarya ini tetap mengutamakan bahan-bahan alami yang tidak merusak alam sekitar.

Persiapan STT Dharma Subhiksa Menuju Hari Raya Nyepi

Waktu yang tersisa sebanyak 12 hari merupakan fase penyempurnaan detail akhir yang sangat melelahkan namun membanggakan. Pengerjaan Ogoh-ogoh Br Sasih melibatkan kolaborasi erat antar generasi, mulai dari senior yang memberikan arahan hingga anggota termuda yang penuh semangat. Oleh karena itu, setiap goresan kuas pada figur hijau ini membawa pesan budaya yang sangat kuat bagi masyarakat luas.

Para anggota sekaa truna bekerja bahu-membahu hingga larut malam demi memastikan kualitas estetika tetap terjaga. Mereka percaya bahwa hasil yang indah hanya bisa dicapai melalui kerja keras dan ketulusan hati. Untuk informasi jadwal parade selengkapnya, Anda dapat mengunjungi situs resmi Pemerintah Kota Denpasar. Selain itu, silakan lihat koleksi mahakarya kami tahun lalu di halaman Galeri STT Dharma Subhiksa.

Bagi masyarakat luas, melihat setiap progres dari Ogoh-ogoh Br Sasih adalah sebuah pengalaman inspiratif yang luar biasa. Mari kita nantikan bersama hasil akhirnya saat mahakarya ini menari dengan gagah di bawah cahaya lampu jalanan Panjer pada malam Pengerupukan nanti.

Leave a Reply