Apa itu lomba penjor di Desa Munggu?
Lomba penjor di Desa Munggu merupakan kegiatan budaya masyarakat Bali yang menghadirkan deretan penjor di sepanjang jalan desa. Acara ini diselenggarakan untuk menyambut peringatan kemerdekaan Indonesia ke-80 sekaligus rangkaian upacara Pujawali di Pura Dalem Kahyangan Wisesa.
Penjor bukan sekedar hiasan. Dalam tradisi Hindu Bali, penjor adalah simbol gunung sebagai sumber kehidupan dan kemakmuran, dekorasi janur, hasil bumi, serta perlengkapan upacara sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan.
Makna budaya di balik perlombaan
Kegiatan ini menggabungkan unsur keagamaan dan sosial. Setiap banjar menampilkan karya terbaiknya sehingga tercipta beberapa nilai utama:
- Gotong royong antar warga dalam proses pembuatan
- Kreativitas seni tradisional berbasis pakem adat
- Media pendidikan budaya untuk generasi muda
- Identitas desa yang diperkuat melalui simbol bersama
Lomba tidak hanya soal keindahan visual, tetapi keselarasan filosofi, proporsi, dan makna simbolik setiap ornamen.
Hubungan dengan Pujawali dan perayaan kemerdekaan
Pelaksanaan lomba bertepatan dengan dua momentum penting:
- Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia
- Pujawali Pura Dalem Kahyangan Wisesa
Kombinasi ini menunjukkan bagaimana masyarakat Bali memadukan nasionalisme dan spiritualitas tanpa konflik. Tradisi tidak ditinggalkan, tetapi menjadi cara merayakan negara dan keyakinan secara bersamaan.
Dampak bagi masyarakat
Acara seperti ini memberikan efek nyata bagi desa:
- Memperkuat solidaritas warga
- Menarik mengunjungi masyarakat luar desa
- Melestarikan teknik kerajinan tradisional
- Menghidupkan ekonomi lokal berbasis budaya
Bagi generasi muda, lomba penjor menjadi ruang belajar langsung, bukan sekadar teori tentang adat.