Dalam menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1948, ST. YOSA kembali menggebrak dunia seni kreatif Bali dengan meluncurkan karya terbaru mereka bertajuk “DURTALA”. Melalui peluncuran Volume 3 ini, ST. YOSA mengangkat filosofi air sebagai elemen sentral yang mampu mengubah wajah kehidupan dan peradaban.
Apa Makna dari Tema “DURTALA” ST. YOSA?
Secara filosofis, DURTALA merujuk pada fenomena atau kekuatan air ketika ia bertransformasi atau “mengubah wajahnya”. Air bukan hanya sekadar zat cair, melainkan anugerah sejati yang menumbuhkan kehidupan. Namun, di sisi lain, perubahan wujud air juga menyimpan pesan tentang keseimbangan alam yang harus dijaga oleh manusia.
Detail Peluncuran Vol. 3 oleh ST. YOSA
Peluncuran Volume 3 ini menjadi momentum penting bagi pemuda di ST. YOSA untuk menunjukkan eksistensi seni yang relevan dengan zaman namun tetap berakar pada tradisi.
- Tema Utama: Air sebagai anugerah kehidupan.
- Tahun Caka: 1948 (Persiapan Nyepi 2026).
- Fokus Karya: Transformasi elemen alam dalam bentuk karya seni visual dan filosofis.
Mengapa Air Menjadi Inspirasi Utama Caka 1948?
Air dipilih karena sifatnya yang adaptif namun memiliki kekuatan besar. Seperti kutipan ikonik dalam proses kreatif ini: “Air sejatinya adalah anugerah yang menumbuhkan kehidupan.” Melalui DURTALA, ST. YOSA mengajak penikmat seni untuk merenungkan kembali bagaimana kita memperlakukan sumber daya air di tengah modernisasi Bali.