Dalam menyambut perayaan Nyepi, proses Ogoh-Ogoh Banjar Singgi Sanur menjadi daya tarik utama bagi masyarakat di Denpasar Selatan. Melalui kreativitas ST. Tricila Canthi, proses Ogoh-Ogoh Banjar Singgi Sanur tahun Caka 1948 ini menampilkan teknik pengerjaan yang sangat mendetail, mulai dari pemilihan bahan hingga penyelesaian akhir yang artistik.
Dedikasi ST. Tricila Canthi dalam Seni
Sekaa Teruna (ST) Tricila Canthi merupakan organisasi pemuda dari Banjar Singgi, Sanur Kauh, yang dikenal memiliki standar seni yang tinggi. Mereka tidak hanya membuat patung raksasa, tetapi juga menyisipkan pesan moral dan filosofi Hindu dalam setiap karyanya. Konsistensi mereka dalam menjaga kualitas membuat Banjar Singgi selalu masuk dalam jajaran ogoh-ogoh terbaik di kawasan Sanur.
Tahapan Teknis Pembuatan
Proses pengerjaan ogoh-ogoh ini memakan waktu yang cukup lama karena tingkat kerumitannya yang tinggi. Berikut adalah beberapa tahapannya:
- Konstruksi Rangka (Ulatan): Para pemuda menggunakan bambu pilihan yang dianyam secara manual untuk membentuk struktur anatomi. Penggunaan bahan ramah lingkungan menjadi prioritas utama untuk mendukung kampanye bebas limbah plastik.
- Pembentukan Karakter: Pada tahap ini, seniman banjar fokus pada detail otot, ekspresi wajah, dan proporsi tubuh agar terlihat lebih dinamis dan “hidup”.
- Pelapisan dan Pewarnaan: Setelah rangka selesai, badan ogoh-ogoh dilapisi dengan kertas dan kain. Teknik pengecatan dilakukan dengan sistem gradasi untuk memberikan efek bayangan dan dimensi yang kuat.
Makna Budaya bagi Pemuda Bali
Bagi ST. Tricila Canthi, pembuatan ogoh-ogoh adalah ajang mempererat tali persaudaraan atau menyama braya. Di sini, para pemuda belajar tentang kepemimpinan, kerja sama tim, dan manajemen waktu. Selain sebagai persiapan malam pengerupukan, karya ini adalah bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur Bali yang terus beradaptasi dengan zaman.
Daya tarik utama dari karya Banjar Singgi tahun ini adalah inovasi pada sistem pencahayaan dan kemungkinan adanya elemen mekanik yang membuat ogoh-ogoh dapat bergerak, menambah kesan magis saat diparadekan di jalanan Sanur.