Menjelang Hari Raya Nyepi Caka 1948, semangat kebersamaan terlihat jelas dalam proses pembuatan ogoh-ogoh di Denpasar. Tidak hanya pemuda, pemudi STC Cantika juga turut ambil peran aktif mendampingi proses kreatif yang dilakukan oleh sekaa teruna di banjar.
Dalam suasana penuh gotong royong, para pemudi terlihat membantu pengerjaan detail ogoh-ogoh, mulai dari merapikan ornamen, menyiapkan bahan hiasan, hingga memastikan setiap bagian sesuai dengan konsep yang telah disepakati bersama. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa proses pembuatan ogoh-ogoh bukan hanya soal tenaga, tetapi juga kekompakan dan rasa memiliki terhadap tradisi Bali.
Kehadiran pemudi STC Cantika memberikan warna tersendiri dalam proses persiapan Caka 1948. Mereka tidak hanya mendampingi, tetapi juga ikut menjaga semangat para pemuda agar tetap konsisten hingga tahap akhir pengerjaan ogoh-ogoh. Hal ini menjadi bukti bahwa peran pemudi sangat penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal, khususnya tradisi ogoh-ogoh menjelang Nyepi.
Tradisi ini tidak sekadar menjadi persiapan pawai, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antar generasi muda di Bali. Melalui proses pembuatan ogoh-ogoh, nilai gotong royong, kreativitas, dan kebanggaan terhadap budaya lokal terus ditanamkan. Semangat inilah yang menjadikan Caka 1948 terasa lebih bermakna bagi sekaa teruna dan pemudi di Denpasar.