Apa yang terjadi di Pantai Padang Galak tahun 2025?
Langit Pantai Padang Galak kembali dipenuhi antusiasme saat layangan janggan raksasa sepanjang 9,6 meter milik Banjar Pelasa Kuta sukses mengudara. Momen ini menjadi perhatian besar karena janggan tersebut dikenal sebagai layangan janggan terbesar nomor dua di Bali.
Kemunculan layangan tradisional berbentuk naga ini langsung menyedot perhatian para pecinta Rare Angon dari berbagai daerah. Tidak hanya ukuran yang mencuri perhatian, tetapi juga nilai budaya dan semangat kebersamaan yang menyertainya.
Bagaimana proses menerbangkan layangan janggan raksasa ini?
Puluhan hingga ratusan orang terlibat langsung dalam proses penerbangan. Mulai dari pengaturan tali, keseimbangan rangka, hingga koordinasi tim di lapangan dilakukan dengan penuh perhitungan. Layangan janggan memang tidak bisa diterbangkan sendiri—ia adalah simbol gotong royong.
Setiap detail, dari kepala hingga ekor panjang yang menjuntai, menunjukkan keterampilan seni tradisional Bali yang diwariskan secara turun-temurun.
Apa makna layangan janggan bagi Banjar Pelasa Kuta?
Bagi masyarakat Banjar Pelasa, momen ini bukan sekadar hiburan atau atraksi. Layangan janggan adalah wujud identitas budaya, rasa kebersamaan, dan kebanggaan terhadap tradisi leluhur. Tahun 2025 menjadi bukti bahwa tradisi Rare Angon di Bali tetap hidup dan terus berkembang di tengah zaman modern.