Bhineka Nusantara: Melepas Matahari 2025 adalah perhelatan budaya yang digelar untuk menutup tahun 2025 dengan semangat persatuan dalam keberagaman. Mengusung konsep kebudayaan Indonesia yang majemuk, acara ini menghadirkan pertunjukan seni tradisional yang sarat makna.

Kegiatan ini bukan sekadar hiburan pergantian tahun, tetapi juga ruang ekspresi budaya dan ajang mempererat kebersamaan masyarakat.

Catur Muka atau Catus Pata merupakan titik nol Kota Denpasar dan memiliki nilai historis serta filosofis. Lokasi ini melambangkan:

  • Titik pertemuan empat penjuru mata angin
  • Simbol keseimbangan dan harmoni
  • Pusat aktivitas masyarakat kota

Pemilihan tempat ini memperkuat pesan persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman budaya Nusantara.

1. Tari Tradisional Nusantara

Penampilan tari dengan kostum megah dan gerakan penuh energi menjadi daya tarik utama. Warna emas, merah, dan ornamen khas Nusantara memperkuat nuansa perayaan.

2. Kolaborasi Budaya

Berbagai elemen budaya dipadukan dalam satu panggung, menggambarkan semangat Bhineka Tunggal Ika.

3. Suasana Reflektif Menjelang Senja

Dimulai pukul 17.00 WITA, acara ini memanfaatkan momen matahari terbenam sebagai simbol “melepas” tahun 2025 dengan rasa syukur dan harapan baru.

Bhineka Nusantara: Melepas Matahari 2025 di Catur Muka Denpasar menjadi perayaan akhir tahun yang sarat makna. Budaya, harmoni, dan kebersamaan menyatu dalam satu panggung di Titik Nol Kota Denpasar.

Melalui seni dan tradisi, masyarakat tidak hanya menutup tahun dengan meriah, tetapi juga dengan refleksi dan harapan baru untuk tahun yang akan datang.

Leave a Reply