Mesin kreativitas di Denpasar kembali memanas! STT. Yowana Tapa Yoga secara resmi telah memulai langkah awal mereka dalam menciptakan mahakarya untuk tahun Caka 1948. Kali ini, sebuah judul besar bertajuk “AMRITA JATI” menjadi nyawa utama dalam garapan mereka.
Bukan sekadar tradisi tahunan, proyek ini adalah pembuktian jati diri para pemuda dalam melestarikan seni rupa Bali yang adiluhung.
Apa Makna di Balik “Amrita Jati”?
Meskipun detail visualnya masih dirahasiakan, pemilihan nama Amrita Jati menyiratkan pesan yang sangat kuat. Secara harfiah, Amrita sering dikaitkan dengan air suci kehidupan, sementara Jati berarti sejati atau sungguh-sungguh.
Melalui karya ini, STT. Yowana Tapa Yoga tampaknya ingin menyampaikan pesan tentang pencarian esensi kehidupan atau kemurnian diri yang divisualisasikan dalam bentuk figur Ogoh-ogoh yang dramatis.
Tahapan Awal: Dari Sketsa Menjadi Nyata
Proses pembuatan Ogoh-ogoh di STT. Yowana Tapa Yoga untuk Caka 1948 ini melalui beberapa fase krusial yang menuntut ketelitian:
- Penyatuan Visi: Diskusi mendalam untuk menerjemahkan filosofi “Amrita Jati” ke dalam bentuk fisik.
- Konstruksi Dasar: Membangun “tulang punggung” Ogoh-ogoh yang kuat agar mampu menahan beban estetika yang kompleks.
- Gotong Royong: Inilah inti dari setiap prosesnya—ikatan emosional antar anggota pemuda yang menyatu di Balai Banjar.
“Amrita Jati bukan sekadar patung, tapi adalah proses kami menemukan jati diri melalui seni.”
Mengapa Karya STT. Yowana Tapa Yoga Patut Dinantikan?
Konsistensi STT. Yowana Tapa Yoga dalam menghadirkan detail yang tajam dan pemilihan narasi yang tidak biasa selalu berhasil mencuri perhatian. Di tahun Caka 1948 ini, publik berekspektasi tinggi terhadap bagaimana interpretasi “Amrita Jati” akan diwujudkan dalam teknik pahatan dan pewarnaan yang menjadi ciri khas mereka.