Penumpang pesawat duduk dibelakang pesawat biasanya turun paling lama karena alur keluar (exit flow) bergerak bertahap dari pintu yang dibuka, dan umumnya pintu depan yang digunakan lebih dulu.
Jadi kalau kamu merasa “terjebak” lama setelah landing, itu bukan kebetulan kok, memang bagian dari prosedur yang dirancang agar proses turun tetap rapi dan aman.
Bagaimana Proses Penumpang Turun dari Pesawat?
Setelah pesawat mendarat dan parkir di gate, awak kabin akan membuka pintu yang sudah disetujui oleh ground crew. Biasanya:
- Pintu depan dibuka terlebih dahulu
- Penumpang di baris depan mulai keluar
- Arus bergerak perlahan menuju belakang
Inilah yang membuat kursi belakang membutuhkan waktu lebih lama untuk turun.
Faktor yang Membuat Penumpang Belakang Menunggu Lebih Lama
Penumpang Mengambil Bagasi Kabin
Salah satu penyebab utama adalah waktu yang dibutuhkan penumpang untuk:
- Berdiri dari kursi
- Membuka kompartemen atas
- Mengambil koper atau tas
Aktivitas ini membuat alur keluar menjadi lebih lambat.
Lorong Pesawat yang Sempit
Lorong kabin pesawat biasanya hanya cukup untuk satu arus orang berjalan.
Akibatnya:
- Penumpang harus bergantian
- Tidak bisa langsung berdiri semua sekaligus
- Proses keluar jadi bertahap
Ground Crew Mengatur Ritme Keluar
Tim darat juga berperan penting dalam:
- Menentukan kapan pintu boleh dibuka
- Mengatur keamanan di area tangga atau garbarata
- Memastikan alur keluar tetap tertib
Keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Prioritas Penumpang Tertentu
Dalam beberapa kondisi, ada penumpang yang mendapat prioritas lebih dulu, seperti:
- Penumpang kursi depan atau kelas tertentu
- Penumpang dengan kebutuhan khusus
- Keluarga dengan bayi atau lansia
Hal ini juga bisa memengaruhi waktu tunggu penumpang di belakang.
Apakah Duduk di Belakang Selalu Kurang Menguntungkan?
Tidak juga kok…
Meski turunnya lebih lama, kursi belakang punya beberapa kelebihan:
- Kadang lebih sepi
- Lebih dekat dengan galley belakang
- Bisa jadi bonus waktu duduk santai setelah perjalanan panjang
Jadi bukan dianaktirikan, tapi memang bagian dari desain alur pesawat.