Pernah bertanya-tanya bagaimana ratusan pesawat bisa terbang bersamaan di udara tanpa saling bertabrakan? Jawabannya ada pada sistem ketinggian terbang yang disebut Flight Level.

Pesawat tidak terbang di ketinggian sembarangan. Semua sudah diatur secara sistematis dan terkoordinasi oleh aturan penerbangan internasional.


Apa Itu Flight Level?

Flight Level (FL) adalah sistem penentuan ketinggian pesawat berdasarkan tekanan udara standar, bukan ketinggian dari permukaan laut secara langsung.

Contohnya:

  • FL300 = 30.000 kaki
  • FL350 = 35.000 kaki

Dengan sistem ini, setiap pesawat berada di “jalur ketinggian” yang berbeda, sehingga aman satu sama lain.


Peran Altimeter dalam Menentukan Ketinggian

Pesawat menggunakan alat bernama altimeter untuk mengetahui ketinggian. Altimeter bekerja dengan mengukur tekanan udara—semakin tinggi pesawat, semakin rendah tekanannya.

Data ini kemudian:

  • Disesuaikan dengan standar tekanan internasional
  • Ditampilkan langsung ke pilot
  • Digunakan oleh sistem navigasi dan Air Traffic Control (ATC)

Kenapa Tekanan Udara Jadi Patokan?

Tekanan udara lebih konsisten untuk penerbangan jarak jauh dibanding ketinggian geografis. Dengan standar tekanan yang sama, semua pesawat “berbicara bahasa ketinggian yang sama”, meskipun terbang di wilayah berbeda.


Sistem Navigasi dan ATC

Selain altimeter, pesawat juga dibantu oleh:

  • Sistem navigasi udara
  • Radar ATC
  • Komunikasi pilot dengan pengatur lalu lintas udara

ATC memastikan setiap pesawat:

  • Terbang di flight level yang tepat
  • Menjaga jarak aman secara vertikal dan horizontal
  • Tidak bertabrakan meski berada di rute yang sama

Kesimpulan

Pesawat tahu ketinggiannya bukan karena perkiraan, tapi karena kombinasi teknologi dan aturan ketat. Mulai dari altimeter, tekanan udara, hingga sistem Flight Level—semuanya dirancang agar penerbangan tetap aman dan tertib.

By gungde

Leave a Reply