Pernah nggak kamu klik sebuah link, lalu cuma disuguhi layar putih selama 5 detik? Rasanya mau banting HP, kan? Nah, itulah yang dirasakan pengunjungmu kalau website kamu lemot. Di era serba instan, kecepatan bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan harga mati.

Website yang lambat adalah “pengusir tamu” paling efektif. Bukan cuma calon pembeli yang kabur, tapi Google juga bakal males naikin peringkatmu. Yuk, perbaiki performa websitemu dengan langkah praktis berikut ini:

1. Kompres Gambar Tanpa Ampun

Penyebab utama website berat biasanya ada di ukuran gambar. Jangan upload foto hasil jepretan kamera 20MB langsung ke hosting!

  • Solusi: Gunakan format WebP dan kompres ukuran file maksimal 100-200 KB per gambar.

2. Beres-Beres Plugin dan Script

Terlalu banyak plugin (terutama di WordPress) itu ibarat bawa ransel penuh batu saat lari maraton.

  • Solusi: Hapus plugin yang tidak aktif. Gunakan teknik Lazy Load agar elemen website hanya muncul saat discroll.

3. Gunakan Caching (Biar Nggak Kerja Dua Kali)

Caching menyimpan versi “foto” dari halamanmu sehingga server nggak perlu loading dari nol setiap kali ada pengunjung baru.

  • Solusi: Aktifkan browser caching agar pengunjung lama bisa buka website kamu sekejap mata.

4. Upgrade Hosting ke yang Lebih “Sat-Set”

Kalau trafikmu sudah tinggi tapi masih pakai shared hosting murahan, ya wajar kalau sering down.

  • Solusi: Pertimbangkan pindah ke Cloud Hosting atau VPS yang punya resource lebih stabil.

5. Minify CSS, HTML, dan JavaScript

Kode yang berantakan bikin Google Bot pusing. Memperkecil (minify) kode berarti menghapus spasi dan karakter yang nggak perlu tanpa merusak fungsi.

Kesimpulan: Website cepat = Pengunjung betah = Penjualan meningkat. Jangan biarkan kompetitormu menang cuma gara-gara website kamu telat loading!

Leave a Reply