Layover adalah waktu jeda antara dua penerbangan dalam satu perjalanan sebelum melanjutkan ke tujuan akhir. Biasanya, durasi layover lebih lama dibanding transit biasa, mulai dari 1 jam hingga belasan jam, tergantung jadwal penerbangan.

Berbeda dengan transit singkat, layover sering kali memberi penumpang kesempatan untuk beristirahat, menikmati fasilitas bandara, bahkan keluar bandara jika waktunya memungkinkan.


Bedanya Layover dan Transit

Banyak penumpang masih bingung membedakan keduanya.

  • Transit: Waktu tunggu singkat, biasanya di bawah 2 jam, dan penumpang tetap berada di area bandara.
  • Layover: Waktu tunggu lebih lama, bisa mencapai 6–24 jam, dan memungkinkan aktivitas tambahan seperti eksplor bandara atau city tour singkat.

Kenapa Banyak Orang Takut Layover?

Sebagian penumpang merasa cemas karena:

  • Takut ketinggalan penerbangan lanjutan
  • Bingung soal imigrasi dan visa
  • Tidak tahu apa yang bisa dilakukan selama menunggu

Padahal, dengan perencanaan yang tepat, layover justru bisa jadi bagian perjalanan yang menyenangkan.


Tips Nyaman dan Efisien Saat Layover

Agar layover terasa lebih ringan, kamu bisa:

  • Memilih kursi dekat gate atau lounge
  • Mengatur alarm agar tidak lupa boarding
  • Membawa barang penting di kabin (charger, bantal leher, headset)
  • Mengecek peta bandara sejak awal

Cara Memanfaatkan Layover Jadi Mini-Trip

Kalau durasi layover cukup panjang:

  • Manfaatkan lounge bandara untuk istirahat
  • Jelajahi restoran, toko, atau fasilitas hiburan
  • Jika memungkinkan dan legal secara imigrasi, lakukan city tour singkat di sekitar bandara

Beberapa bandara internasional bahkan menyediakan paket tur gratis untuk penumpang layover.


Kesimpulan

Layover itu bukan cuma soal menunggu penerbangan berikutnya. Dengan pemahaman dan perencanaan yang tepat, layover bisa berubah jadi pengalaman tambahan yang seru, nyaman, bahkan berkesan dalam perjalananmu.

By gungde

Leave a Reply